Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa menghafal Alquran bukan hanya soal lomba. Menurut dia, hal ini menjadi perjalanan spiritual untuk memperbaiki diri dan bekal di akhirat. Perjalanan menghafal Alquran sudah dimulai oleh anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Rifai dan Musayyadah ini sejak kelas 2 SMP.
"Saya dulu mulai hafalan kelas 2 SMP dan menghafalnya di madrasah dan di rumah karena belum mondok. Jadi, setorannya ke kiai yang di rumah. Alhamdulillah kelas 2 sampai kelas 3 SMP hafal 10 juz," jelasnya.
Kemudian Farhan melanjutkan ke Pondok Pesantren Darul Ulum Banyu Anyar Pamekasan. Keputusannya melanjutkan hafalan di ponpes membuahkan hasil yang luar biasa. Hanya dalam waktu dua tahun, ia berhasil menghafal 30 juz Alquran.
"Alhamdulillah dua tahun di pesantren bisa menyelesaikan Alquran 30 juz. Jadi prosesnya mulai menghafal sampai selesai empat tahun. Dua tahun di SMP dan dua tahun di pondok," paparnya.
Farhan bersyukur memiliki kesempatan yang berharga ini, termasuk bertemu para guru profesional, mendapatkan ilmu baru. Dirinya berharap prestasi MHQ Internasional ini menjadi pembuka untuk prestasi-prestasi selanjutnya.
"Tentunya prestasi di Arab Saudi ini merupakan prestasi awal saya di Internasional dengan harapan ini menjadi prestasi pembuka yang mungkin ini insyaAllah akan membuka prestasi-prestasi ke depan di tingkat Internasional, mudah-mudahan bisa dikirim lagi dan bisa mendapatkan juara satu," tandasnya.
(Hantoro)