JAKARTA - Surat Al-Ikhlas adalah salah satu surat pendek dalam Al-Qur’an yang memiliki makna mendalam mengenai konsep tauhid. Surat ini menegaskan keesaan Allah dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Meskipun terdiri dari hanya empat ayat, isi kandungannya sangat mendalam dan mencakup prinsip dasar dalam ajaran Islam.
Dikutip dari laman ibnukatsironline.com, Jumat (31/1/2025), berikut rangkuman tafsir surat Al-Ikhlas menurut tafsir Ibnu Katsir :
1. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”
Ayat ini menegaskan keesaan Allah. Allah adalah satu-satunya Tuhan yang tidak memiliki sekutu, tidak ada yang setara dengan-Nya, dan tidak ada yang bisa menandingi-Nya. Ini merupakan bantahan terhadap berbagai kepercayaan yang menyekutukan Allah, seperti orang Yahudi yang menyebut Uzair sebagai anak Allah, orang Nasrani yang menganggap Isa (Yesus) sebagai anak Allah, dan penyembah berhala yang memiliki banyak tuhan.
2. اللَّهُ الصَّمَدُ
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Kata As-Shamad memiliki berbagai makna dalam tafsir:
3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak memiliki anak maupun orang tua. Ini adalah bantahan terhadap keyakinan bahwa Allah memiliki anak, seperti dalam kepercayaan Yahudi dan Nasrani. Allah tidak dilahirkan karena Dia tidak memiliki asal mula—Dia ada sejak awal tanpa pencipta.