JAKARTA – Puasa Nisfu Syaban adalah puasa yang dijalankan pada pertengahan bulan Syaban. Secara harfiah, Nisfu Syaban berarti pertengahan bulan Syaban, yaitu pada hari ke-15 di bulan tersebut.
Seperti namanya, puasa Nisfu Syaban hanya dilakukan pada satu hari, yakni tanggal 15 Syaban. Tahun ini, malam Nisfu Syaban atau 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan malam 2 Februari 2026, dan puasanya dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Puasa Nisfu Syaban memiliki dua landasan utama dalam Islam. Pertama, hadis khusus yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari sahabat Ali bin Abi Thalib:
إذا كانَتْ ليلةُ النِّصْفِ من شَعْبانَ قُومُوا لَيْلَها وصُومُوا نَهارَها
Artinya: "Apabila datang malam pertengahan Syaban, maka beribadahlah pada malam itu dan berpuasalah pada siangnya."
Meskipun hadis ini dikategorikan sebagai dhaif (lemah) oleh mayoritas ahli hadis, ulama membolehkannya diamalkan sebagai fadhail al-a'mal (keutamaan amalan), bukan sebagai dasar hukum yang paling kuat.
Dalil lainnya yang lebih kuat adalah konsep Ayyamul Bidh — puasa tiga hari di pertengahan bulan qamariyah (tanggal 13, 14, dan 15), berdasarkan hadis sahih Imam Bukhari yang menyatakan: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." Dengan demikian, puasa Nisfu Syaban terhitung bagian dari praktik Ayyamul Bidh yang telah disunnahkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
Puasa Nisfu Syaban adalah ibadah sunnah yang dianjurkan sebagai persiapan memasuki bulan Ramadhan. Umat Muslim tidak hanya dianjurkan berpuasa, tetapi juga melakukan ibadah tambahan seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa meminta ampunan kepada Allah SWT.
(Rahman Asmardika)