Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki dalam kitab Madza fî Sya‘bân menjelaskan bahwa salah satu bacaan shalawat yang sangat dianjurkan untuk diamalkan pada bulan mulia Syaban adalah shalawat yang berasal dari Imam asy-Syafi‘i.
Berikut bacaan shalawat dari Imam Syafi‘i:
وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُونَ، وَعَدَدَ مَا غَفَلَ عَنْ ذِكْرِهِ الْغَافِلُونَ
Wa ṣhallallāhu ‘alā Muḥammadin ‘adada mā zhakarahu adz-zhākirūn, wa ‘adada mā ghafala ‘an zhikrihi al-ghāfilūn.
Artinya: “Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad sebanyak bilangan orang-orang yang mengingatnya, dan sebanyak bilangan orang-orang yang lalai dari mengingatnya.”
Ada sebuah kisah menarik di balik shalawat ini. Sayyid Muhammad mengisahkan bahwa suatu saat Ibnu Abdil Hakam bermimpi bertemu dengan Imam Syafi‘i. Dalam mimpi itu, ia memberanikan diri bertanya, “Wahai Imam, apa yang Allah perbuat kepadamu setelah engkau wafat?”