Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khutbah Jumat: Perbanyak Ibadah demi Meraih Lailatul Qadar

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |11:03 WIB
Khutbah Jumat: Perbanyak Ibadah demi Meraih Lailatul Qadar
Khutbah Jumat: Perbanyak Ibadah demi Meraih Lailatul Qadar (Ilustrasi/Unsplash)
A
A
A

Semangat meningkatkan ibadah dan kebaikan inilah yang senantiasa dilakukan oleh Rasulullah ketika sudah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Aisyah dalam sebuah riwayat, ia berkata: 

  عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ   

Artinya: “Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah saw apabila memasuki sepuluh hari terakhir (Ramadhan), ia mengencangkan ikat pinggangnya, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari).   

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah   

Bagaimana cara mengetahui datangnya lailatul qadar? Pada dasarnya, hanya Allah yang benar-benar mengetahui kapan malam istimewa itu terjadi. Namun, para ulama mencoba menjelaskan tanda-tandanya berdasarkan hadis Nabi.   

Salah satu riwayat dari Ubadah bin Shamit menyebutkan bahwa Rasulullah menjelaskan beberapa tanda yang bisa dirasakan pada malam tersebut. Suasananya terasa sangat tenang dan damai, tidak terlalu dingin dan tidak pula panas. Langit tampak bersih dan cerah, seakan malam itu begitu jernih.   

Bahkan, malam lailatul qadar sering digambarkan terasa terang dan menenangkan, seperti cahaya bulan purnama yang lembut. Udara pun biasanya sangat bersahabat, tanpa angin yang kencang. 

  إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا سَاطِعًا سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لَا بَرْدَ فِيهَا وَلَا حَرَّ وَلَا يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى تُصْبِحَ وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلَا يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذ   

Artinya: “Sesungguhnya tanda lailatul qadar adalah malamnya tampak jernih dan terang, seolah-olah pada malam itu ada bulan yang bersinar. Suasananya tenang dan tenteram, tidak terasa dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak tampak bintang yang jatuh hingga datang waktu pagi. Dan di antara tandanya pula, pada pagi harinya matahari terbit dalam keadaan sempurna, tidak memiliki sinar yang menyilaukan, seperti bulan pada malam purnama. Pada hari itu pula setan tidak dapat keluar bersama terbitnya matahari.” (HR. Ahmad).   

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement