JAKARTA - Melepas keberangkatan orang tua ke Tanah Suci merupakan momen yang penuh dengan haru sekaligus rasa syukur. Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan finansial yang besar. Sebagai wujud bakti, memberikan iringan doa merupakan pemberian terbaik yang bisa dilakukan oleh anak agar orang tua senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan mendapatkan predikat haji mabrur.
Para ulama menganjurkan keluarga untuk memberikan bekal spiritual berupa doa. Ini sejalan dengan tradisi walimatus safar yang menjadi sarana silaturahmi sekaligus permohonan restu sebelum keberangkatan.
Sesuai dengan hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW pernah membacakan doa kepada sahabat yang hendak bepergian. Doa ini sangat baik dibacakan saat orang tua akan melangkah keluar rumah menuju embarkasi:
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta
Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan bagimu di mana pun kamu berada."
Selain memohon bekal takwa, anak juga dianjurkan menitipkan perlindungan orang tua sepenuhnya kepada Allah SWT selama di perjalanan maupun selama berada di Arab Saudi:
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Astawdi’ullâha dînaka wa amânataka wa khawâtîma ‘amalik
Artinya: "Aku menitipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan akhir amalmu."
Tujuan utama setiap jemaah adalah meraih haji mabrur, yakni haji yang diterima oleh Allah dan membawa perubahan perilaku menjadi lebih baik. Berikut adalah doa yang populer diamalkan di kalangan jemaah haji Indonesia:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا
Allâhummaj’al hajjahan mabrûrâ, wa sa’yan masykûrâ, wa dzanban maghfûrâ
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, sa'i yang penuh syukur, dan dosa yang terampuni."
Doa yang tulus dari anak yang saleh memiliki kedudukan yang mulia. Selain doa dalam bahasa Arab, diperbolehkan juga menyelipkan doa dalam bahasa ibu agar permohonan terasa lebih personal, seperti memohon kelancaran saat wukuf, kesehatan di tengah cuaca ekstrem, hingga keselamatan saat melontar jumrah.
Dengan iringan doa-doa tersebut, diharapkan orang tua dapat menjalankan ibadah dengan tenang, fokus pada setiap rukun haji, dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat dengan membawa keberkahan bagi keluarga besar.
(Rahman Asmardika)