Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Momen Menkomdigi Meutya Hafid Lempar Jumrah di Hari Tasyrik

Zen Teguh , Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |13:24 WIB
Momen Menkomdigi Meutya Hafid Lempar Jumrah di Hari Tasyrik
Menkomdigi Meutya Hafid dan Suami di Makkah
A
A
A

Sejarah mencatat ibadah ini merujuk pada keteguhan hati Nabi Ibrahim AS ketika digoda iblis agar mengabaikan perintah Allah Ta’ala untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Melemparkan batu ke arah pilar juga dimaknai jemaah haji sedang memerangi hawa nafsu.

​Pada Hari Tasyrik 2026, pelaksanaan lempar jumrah mewajibkan jemaah untuk melontar tiga pilar berturut-turut, yaitu Jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah. Masing-masing pilar dilempar dengan menggunakan tujuh kerikil yang dikumpulkan dari kawasan Muzdalifah.

Berbeda dengan hari Nahr (10 Zulhijah) yang hanya mengharuskan pelemparan pada jumrah aqabah, pada Hari Tasyrik ketiganya harus diselesaikan secara berurutan.

​Pemerintah Arab Saudi bersama otoritas terkait terus melakukan inovasi arsitektur dan manajemen massa guna memastikan keselamatan jemaah haji .

Kompleks Jembatan jumrah yang megah kini telah dilengkapi dengan jalur satu arah, pendingin udara raksasa, dan sistem zonasi waktu untuk mengurai kepadatan. Pengaturan diberlakukan ketat bagi jemaah demi menghindari penumpukan massa yang berisiko memicu insiden fatal

(Fahmi Firdaus )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement