Pelaksanaan Tawaf Ifadah Jamaah Harus Dijadwalkan

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis
Rabu 18 September 2013 11:52 WIB
Jamaah haji sedang melakukan itikaf di depan Kakbah (Foto: Chairul Wahyudi/Pinmas Kemenag)
Share :

MAKKAH- Kondisi Masjidil Haram yang sangat membutuhkan perhatian khusus, membuat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji harus memutar otak. Salah satunya dengan menjadwalkan pelaksanaan tawaf Ifadah.

“Situasi haram juga harus menjadi perhatian serius, khususnya terkait keamanan di tempat tawaf ketika pelaksanaan tawaf ifadlah,” kata salah satu anggota KPHI Syamsul Ma’arif saat kunjungan kerja ke Kantor Daerah Kerja Makkah seperti dikutip Media Centre Haji.

Kloter menengah dan akhir sebaiknya tidak melakukan tawaf ifadlah pada hari tasyrik. Sebalinya, ayyamut-tasyrik dikhususkan bagi kloter awal yang akan segera pulang ke Tanah Air,” tambah Syamsul.

Hal senada dikatakan Ketua Rombongan KPHI, Sarmidin Natsir. Dia khawatir dengan kondisi terkini Masjidil Haram.

“Setelah semalam mengamati langsung kondisi Masjidil Haram, perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keamanan jamaah,” kata Sarmidin.

Perlu dilakukan simulasi pergerakan jamaah di Masjidil Haram, khususnya dari area tawaf (mathaf) menuju area sai (mas’a), termasuk juga mengenai pintu keluarnya.  Selain itu, Sarmidin meminta agar kekuatan personel di sektor khusus ditambah.

Atas usulan tersebut, Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat, menjelaskan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji terus memikirkan dan melakukan langkah terbaik dalam menyikapi kondisi terkini masjidil haram.

“Kami sudah membuat alur keluar masuk Masjidil Haram yang aman dan sudah kami menyosialisasikan ke berbagai media di Tanah Air,” kata Arsyad.

Selain itu, Daker Makkah juga merencanakan akan memberikan pemahaman kepada jamaah haji Indonesia terkait kondisi terkini Masjidil Haram, sejak mereka pertama kali akan memasuki Makkah.

“Begitu sampai kota Makkah dan sebelum turun dari bus, kita akan meminta kepada masing-masing ketua regu atau ketua rombongan untuk membacakan beberapa point pengumuman terkait hal-hal yang perlu diperhatikan selama di Makkah, termasuk mengenai kondisi terkini Haram,” terang Arsyad.

Kami juga akan mengupayakan agar pemahaman ini sudah dilakukan sejak jamaah akan meninggalkan Madinah. “Kami menyambut baik usulan KPHI mengenai pengaturan waktu tawaf Ifadah dan itu sangat rasional untuk dilakukan,” kata Arsyad.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya