Kemenag Akan Buka Lelang Angkut Jamaah Haji 2014

Kemas Irawan Nurrachman, Jurnalis
Minggu 27 Oktober 2013 03:15 WIB
Dirjen PHU Kemenag, Anggito Abimanyu, saat dialog dengan Sindo Weekly
Share :

JEDDAH- Kementrian Agama (Kemenag) akan melakukan tender terbuka kepada maskapai penerbangan untuk musim haji 2014. Tender ini dilakukan untuk menghemat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) karena dilakukan jauh-jauh hari.

"Siapa saja boleh mengajukan penawaran dalam tender terbuka yang akan kita mulai tahun depan,” kata Anggito di Jeddah.

Mulai tahun depan pula, kontrak yang akan dilakukan untuk menengah dan panjang. “Biaya pengangkutan jamaah dan risiko kekurangan pesawat bisa ditekan. Tahun ini karena kontraknya dibuat lebih awal, kita bisa berhemat USD50 per jamaah," ungkapnya.

Sementara itu, Garuda Indonesia merespons positif tawaran Kementerian Agama tersebut. Vice President Haji, VVIP, and Charter Garuda Indonesia, ‎Hady Syahrean, mengaku, siap bersaing dengan maskapai lainnya. "Terima kasih tawarannya. Pada hakikatnya kita (Garuda) siap bersaing dengan siapa saja," ucap Hady.

Tahun ini saja, sebutnya, Garuda juga sudah terlibat persaingan dengan maskapai Saudi Arabian Airlines (Saudia). Faktanya, Saudia hanya berani bermain untuk pengangkutan ke dan dari embarkasi tertentu saja.

"Kita dari awal menantang mereka (Saudia) untuk masuk ke embarkasi-embarkasi kecil seperti Lombok dan sebagainya, tTernyata mereka hanya mau main di JKS (Jakarta-Bekasi), SUB (Surabaya), dan SOC (Solo)," ungkap Hady.

Tahun ini Garuda mengoperasikan 12 pesawat dari berbagai tipe, antara lain Boeing 747, Boeing 777, dan Airbus seri 300. ‎Pesawat-pesawat tersebut tidak semua milik Garuda, tapi sewaan dari Kanada, Amerika Serikat, Spanyol, Perancis, dan Inggris.

Klaim Tak Ada Keterlambatan Pemulangan Jamaah

Pada kesempatan yang sama, Hady mengklaim selama proses pemulangan yang dimulai 20 Oktober, Garuda mencatat delay terlama hanya tujuan embarkasi Makassar.

"Delay terlama kami tahun ini hanya UPG 1 yang sampai tiga jam, selebihnya hanya beberapa menit saja," jelas Hady.

Keterlambatan itu, semata karena lambannya proses imigrasi Saudi Arabia. "Keterlambatan kita untuk UPG 1 karena masalahnya  pengisian bahan bakar pesawat, dan bus pengangkut jamaah dari gate ke pesawat yang lambat," sebutnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya