Hukum Menjodohkan Pasangan Menurut Islam, Boleh atau Terlarang?

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 21 Februari 2022 10:10 WIB
Ilustrasi hukum menjodohkan pasangan menurut Islam. (Foto: Shutterstock)
Share :

HUKUM menjodohkan pasangan menurut ajaran agama Islam ternyata banyak yang ingin mengetahuinya. Jodoh-menjodohkan dinilai sebagai salah satu upaya ikhtiar mencari pasangan hidup. Bisa melalui keluarga, teman, atau orang-orang terdekat lainnya. Tentunya sosok yang dicari adalah seseorang yang baik akhlaknya, ibadah, pekerjaan, hingga keturunannya.

"Menjodohkan merupakan upaya dan ikhtiar mencari yang terbaik dan pantas, sesuai dengan harapan kita, harapan calon, khususnya harapan Allah, sesuai dengan agama," kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dikonfirmasi MNC Portal.

Baca juga: Unik! Abu Nawas Beri Potongan Setengah Masa Hukuman Tahanan Seumur Hidup, Gimana Caranya? 

Ia mengatakan, hukum jodoh-menjodohkan adalah sunah, apalagi niatnya ibadah dan mencari ridho Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Sunah hukumnya, menjodohkan pasangan dengan niat beribadah dan dalam rangka mencegah keburukan maksiat dalam rangka mempermudah memperoleh pasangan yang baik dan benar sesuai agama," terangnya.

Baca juga: Mau Pesan Makanan di Hotel Arab, Pria Ini Bingung Menunya Tulisan Arab Gundul Semua 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Nikahkanlah orang yang bujangan di antara kalian serta orang baik dari budak kalian yang laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui." (QS An-Nur: 32)

Lebih lanjut, ungkapan jodoh adalah cerminan diri juga dijelaskan di dalam Alquran. Maka sudah seharusnya seseorang memantaskan diri lebih dulu, jika belum bertemu dengan jodoh yang diharapkan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." (QS An-Nur: 26)

Baca juga: Sejarah Isra Mikraj, Awal Mula Turunnya Perintah Sholat Lima Waktu bagi Kaum Muslimin 

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Senin 21 Februari 2022M/20 Rajab 1443H 

"Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan peluang setiap hamba-Nya, berikhtiar, dan berusaha mencari yang terbaik untuk dirinya," pungkas Ustadz Ainul Yaqin.

Wallahu a'lam bishawab.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya