BEBERAPA waktu lalu geger kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun memberi tanggapan. Mereka mengimbau orangtua tidak perlu khawatir mengirim anaknya ke pondok pesantren untuk menempuh pendidikan.
"Saya mengimbau kepada segenap orangtua untuk tidak ragu menempatkan anaknya di pesantren sebagai alternatif terbaik tempat pendidikan dan pengasuhan putra-putrinya," ungkap Ketua Bidang Fatwa MUI KH Asrorun Ni'am Sholeh, seperti dikutip dari mui.or.id.
Baca juga: Cabuli Santriwati, Mas Bechi Tak Akan Dihukum Kebiri
Ia mengatakan pondok pesantren tetap menjadi tempat pendidikan terbaik untuk anak, karena pengasuhan di sana berbasis keteladanan, dengan semangat kebersamaan, kesederhanaan, dan kedisiplinan dengan pembiasaan akhlak baik.
"Pesantren tetap pilihan terbaik untuk pendidikan karakter. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan formal, informal, dan nonformal dengan pendekatan keteladanan serta pengasuhan yang terintegrasi," paparnya.
Baca juga: Muhadjir Effendy Tegaskan Ponpes Shiddiqiyyah Tidak Terlibat Kasus Mas Bechi
Lebih jauh dia menyarankan setiap orangtua agar lebih selektif memilih pondok pesantren sebelum menempatkan putra-putrinya di sana. Minimal dengan mengetahui kurikulum dan metode yang dipakai untuk pengajaran.
"Sebelum menempatkan anak, orangtua harus memahami dan mengetahui kondisi faktual pesantren, mulai dari siapa saja pengasuhnya, mata pelajaran yang diajarkan, serta aktivitas kesehariannya," kata pengasuh Pondok Pesantren Al Nahdlah ini.