1. Menjaga asupan makanan dan minuman yang cukup
Jamaah terkadang terlalu fokus beribadah sehingga melupakan asupan makan dan minum. Padahal, tubuh memerlukan energi dari makanan dan cairan yang cukup. Minumlah minimal dua liter perhari untuk menghindari dehidrasi sebab suhu wilayah Arab pada siang hari bisa mencapai 49 derajat Celcius.
2. Pilihlah waktu beribadah di mana suhu yang dirasakan tidak terlalu panas
Misalnya lakukanlah Tawaf dan melempar Jumrah pada waktu pagi atau sore hari, di saat suhu udara yang dirasakan lebih dingin daripada siang hari.
3. Menghindari paparan sinar matahari ke tubuh secara langsung
Jika dirasa cuaca terlalu panas maka gunakan payung atau penutup kepala, serta berusaha untuk Tawaf di area dalam Masjidil Haram yang terlindung dari sinar matahari langsung, begitupun pada saat perjalanan untuk melempar Jumrah.
4. Sediakan sprayer atau botol penyemprot air
jika suhu yang dirasakan sudah sedemikian menyengat, maka jemaah haji dapat menyemprotkan air ke bagian kepala, leher, dan bahu untuk menurunkan suhu tubuh.
Penyemprotan dapat dilakukan sesering mungkin terutama saat bagian tubuh yang basah sudah mengering kembali.
5. Memakai krim yang mengandung perlindungan sinar UV
Memberikan perlindungan kulit dari kekeringan dan iritasi yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari dengan krim pelembab dan perlindungan dari sinar UV.
(Fahmi Firdaus )