JAKARTA - Malam nisfu Sya’ban merupakan salah satu malam istimewa dalam Islam. Umat Muslim dianjurkan untuk mengisi malam tersebut dengan berbagai amalan bernilai pahala yang mendatangkan keberkahan.
Perlu diketahui, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah mengumumkan bahwa awal Sya’ban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026, berdasarkan rukyah. Dengan demikian, malam nisfu Sya’ban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026 M.
Berikut empat amalan ringan tapi bernilai pahala besar yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban, sebagaimana disampaikan Wakil Katib PCNU Kabupaten Blitar, Ustadz Muhammad Zainul Millah di laman NU Online.
Imam Asy-Syafi’i menjelaskan bahwa malam nisfu Sya’ban merupakan salah satu dari lima malam dikabulkannya doa (mustajabah). Oleh karena itu, pada malam nisfu Sya’ban dianjurkan untuk memperbanyak doa.
(قَالَ الشَّافِعِيُّ) وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Artinya, “Imam Syafi’i berkata: Telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan dalam lima malam, yaitu malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam nisfu Sya’ban,” (Al Umm, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2019] juz I, halaman 437).
Dalam hadits dijelaskan, pada malam nisfu Sya’ban Allah SWT akan memberikan ampunan (maghfirah) kepada orang-orang yang memohon ampun atau beristighfar.
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
Artinya, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Apabila datang malam nisfu Sya’ban, maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya. Sesungguhnya pada malam itu Allah turun ke langit dunia ketika matahari terbenam seraya berfirman: Adakah orang yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni? Adakah yang meminta rezeki, maka Aku beri rezeki? Adakah yang tertimpa cobaan, maka Aku sembuhkan? Hingga terbit fajar,’” (HR. Ibnu Majah).