Lailatul Qadar: Memoar dalam Sekejab, Usia Amal Anda Tembus 83.333333 Tahun

Senin 27 Mei 2019 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 27 330 2060911 lailatul-qadar-memoar-dalam-sekejab-usia-amal-anda-tembus-83-333333-tahun-9D35eINWeM.jpg Ilustrasi malam lailatul qadar di bulan Ramadan

Ketika malam datang, terlihat cerah dan terang, tak ada tanda mendung yang akan menurunkan hujan. Malam itu pun sunyi senyap, bagai tak ada riuh angin yang mendesah. Malam itu tenang, bagai tak ada tanda bencana yang akan turun. Pergerakan alam seakan mengilhami betul bahwa akan ada tanda kebesaran tuhannya dan keajaiban yang akan menyapa umat manusia di bumi. Mereka semua bersatu padu memberikan penghormatannya kepada malam al-Qadar.

Seluruh alam menyambutnya dengan antusias, melalui pergerakan alam, kesunyian, dan ketenangan. Para hamba Allah yang saleh beramai-ramai menggelar sajadah malamnya, menyambut datangnya tamu kemuliaan itu. Malam itu, Allah mengatur urusan manusia, umur dan rizki-rizki mereka. Malam itu, Allah menurunkan keberkahan-keberkahan dari langit. Malam itu, para malaikat juga Jibril turun ke dunia untuk menyampaikan salam kedamaian hingga fajar menyapa. Malam itu, pahala manusia mampu menembus kebaikan 1.000 bulan atau + 360.000 hari.

Jika di hari-hari pada bulan Ramadan, Allah melipatkan amal manusia menjadi 10 kali lipat. Maka tatkala manusia beramal tepat malam al-qadar, maka kebaikannya akan melebihi 1.000 bulan atau 83 tahun usia manusia. Itulah malam keistimewaan al-Qadar. Ketahuilah bahwa malam kemuliaan (al-Qadar) ini dipridiksi oleh Rasulullah jatuh pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan, mulai malam ke-20 hingga akhir bulan Ramadan. Utamanya pada malam-malam ganjil 21, 23, 25, 27, atau 29.

Para ulama berbeda pendapat dalam menjelaskan malam al-Qadar, kapankah waktu diturunkan? Beberapa riwayat menjelaskan, bahwa al-Qadar diturunkan pada malam 27, malam 21, atau sepanjang bulan Ramadan penuh. Belum ada kesepakatan yang pasti akan turunnya malam al-Qadar. Riwayat yang paling kuat menjelaskan bahwa malam al-Qadar itu jatuh di 10 malam terakhir bulan Ramadan. Sehingga tepatlah jika Rasulullah sangat bersemangat menunaikan salat malam di 10 malam terakhir.

Tiada satu pun manusia yang memperoleh kanikmatan malam lailatul Qadar, kecuali hatinya merasa damai, tenang, khusu’, istiqamah, dan bertambah ketaatannya kepada Rabb-nya. Tepatlah jika pada malam itu Allah mengatur urusan rizki, kebaikan, dan keberkahan selama setahun hingga datang Ramadan berikutnya. Sungguh, merugilah bagi siapa saja yang menyia-siakan malam kemulian ini tanpa amal dan kebaikan. Sebagaimana Rasulullah selalu membeber sajadahnya pada 20 malam terakhir Ramadan dan membangunkan keluarganya untuk turut serta meramaikan malam lailatul Qadar.

Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah. Allah telah mewajibkan berpuasa di dalamnya. Dibukanya pintu Surga dan dikunci pintu Neraka, juga dibelenggunya syetan. Di dalam (Ramadhan) ada satu malam yang lebih baik dari 1000 malam. Siapa yang tidak diberikan kebaikan malam itu, maka sungguh tidak akan diberikan kebaikan kepadanya.” (diriwayatkan oleh Ahmad, Nasai, dan al-Baihaqi)

Oleh: Dr. M. Masrur Huda, M.Pd.

Dai Ambassador Dompet Dhuafa, Founder Quantum Quran, & Dosen Pascasarjana

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya