nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lailatul Qadar: Memoar dalam Sekejab, Usia Amal Anda Tembus 83.333333 Tahun

Senin 27 Mei 2019 16:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 27 330 2060911 lailatul-qadar-memoar-dalam-sekejab-usia-amal-anda-tembus-83-333333-tahun-9D35eINWeM.jpg Ilustrasi malam lailatul qadar di bulan Ramadan

MEMBACA tema ini seakan membawa Anda masuk dalam alam mimpi dan imajinasi yang panjang. Pasalnya, tema lailatul qadar ini serasa tak masuk akal, juga tak bisa dirasionalkan. Kali ini Anda ditantang men-iya-kannya dalam kondisi sadar dan meyakininya sepenuh keberimanan Anda.

Inilah berkah umat Muhammad, ada satu keajaiban malam yaitu lailatul qadar yang mampu menembus batas 1.000 bulan dalam sekejab. Jika Anda membayangkan perbandingan usia antara umat Muhammad dan umat-umat terdahulu, maka perbandingannya bagaikan langit dan bumi, jauh perbedaannya.

Usia umat-umat terdahulu bisa kisaran ratusan tahun, sementara usia umat Muhammad kisaran usia 63 tahun, sebagaimana usia Rasulullah. Lebih hebat lagi, umat-umat terdahulu bisa beramal sepanjang usianya itu, sementara umat Muhammad hanya bisa beramal dalam usianya yang singkat.

Ternyata usia bukanlah ukuran bagi seseorang untuk memiliki amal dan pahala yang banyak pula. Hal ini dibuktikan dengan adanya satu malam istimewa di bulan Ramadan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Itulah malam lailatul qadar kedudukan sama dengan 83,33333 tahun. Berbahagialah, sebab pahala dan kemulian itu spesial untuk Anda, jika Anda tidak mendapatkannya dengan semangat dan ketekunan ibadah, maka tiada lagi yang bisa mengunggulkan Anda dari umat-umat nabi terdahulu. Rebut lailatul qadar atau Anda akan menyesal selamanya.

Inilah semangat Rasulullah dalam menyampaikan khutbahnya, “Wahai manusia, sesungguhnya kamu telah dinaungi oleh bulan yang sangat mulia dan penuh keberkahan. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari 1.000 bulan....” (diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah)

Allah berfirman,

لَيْلَةُ اْلقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ اْلمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ اْلفَجْرِ

“Malam al-Qadr (kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu para malaikat turun dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr (1-6)

Ayat ini mengisyaratan, ternyata Ramadan menyimpan energi al-Qadar dengan jutaan makna yang tak ternilai pahalanya. Al-Qadar bagaikan satu sinar, namun pancarannya menyebar luas. Al-Qadar memiliki pahala yang berlipat ganda hingga jumlah yang tak terhitung. Al-Qadar memiliki keajaiban hingga memaksa jutaan malaikat-malaikat turun ke langit dunia menyebarkan kebaikan kepada umat manusia. Sungguh merugilah bagi siapa saja yang menyia-siakan malam al-Qadar tanpa perjuangan dan amal.

Sambutan alam semesta sungguh luar biasa menjelang datangnya lailatul qadar. Pagi menjelang al-Qadar, cahaya matahari yang biasa hangat-panas, kini meredup sejuk, lembut, dan keputih-putihan sinarnya. Pohon-pohon juga terlihat tunduk dan sujud seakan ada yang menyuruhnya.

Ketika malam datang, terlihat cerah dan terang, tak ada tanda mendung yang akan menurunkan hujan. Malam itu pun sunyi senyap, bagai tak ada riuh angin yang mendesah. Malam itu tenang, bagai tak ada tanda bencana yang akan turun. Pergerakan alam seakan mengilhami betul bahwa akan ada tanda kebesaran tuhannya dan keajaiban yang akan menyapa umat manusia di bumi. Mereka semua bersatu padu memberikan penghormatannya kepada malam al-Qadar.

Seluruh alam menyambutnya dengan antusias, melalui pergerakan alam, kesunyian, dan ketenangan. Para hamba Allah yang saleh beramai-ramai menggelar sajadah malamnya, menyambut datangnya tamu kemuliaan itu. Malam itu, Allah mengatur urusan manusia, umur dan rizki-rizki mereka. Malam itu, Allah menurunkan keberkahan-keberkahan dari langit. Malam itu, para malaikat juga Jibril turun ke dunia untuk menyampaikan salam kedamaian hingga fajar menyapa. Malam itu, pahala manusia mampu menembus kebaikan 1.000 bulan atau + 360.000 hari.

Jika di hari-hari pada bulan Ramadan, Allah melipatkan amal manusia menjadi 10 kali lipat. Maka tatkala manusia beramal tepat malam al-qadar, maka kebaikannya akan melebihi 1.000 bulan atau 83 tahun usia manusia. Itulah malam keistimewaan al-Qadar. Ketahuilah bahwa malam kemuliaan (al-Qadar) ini dipridiksi oleh Rasulullah jatuh pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan, mulai malam ke-20 hingga akhir bulan Ramadan. Utamanya pada malam-malam ganjil 21, 23, 25, 27, atau 29.

Para ulama berbeda pendapat dalam menjelaskan malam al-Qadar, kapankah waktu diturunkan? Beberapa riwayat menjelaskan, bahwa al-Qadar diturunkan pada malam 27, malam 21, atau sepanjang bulan Ramadan penuh. Belum ada kesepakatan yang pasti akan turunnya malam al-Qadar. Riwayat yang paling kuat menjelaskan bahwa malam al-Qadar itu jatuh di 10 malam terakhir bulan Ramadan. Sehingga tepatlah jika Rasulullah sangat bersemangat menunaikan salat malam di 10 malam terakhir.

Tiada satu pun manusia yang memperoleh kanikmatan malam lailatul Qadar, kecuali hatinya merasa damai, tenang, khusu’, istiqamah, dan bertambah ketaatannya kepada Rabb-nya. Tepatlah jika pada malam itu Allah mengatur urusan rizki, kebaikan, dan keberkahan selama setahun hingga datang Ramadan berikutnya. Sungguh, merugilah bagi siapa saja yang menyia-siakan malam kemulian ini tanpa amal dan kebaikan. Sebagaimana Rasulullah selalu membeber sajadahnya pada 20 malam terakhir Ramadan dan membangunkan keluarganya untuk turut serta meramaikan malam lailatul Qadar.

Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan berkah. Allah telah mewajibkan berpuasa di dalamnya. Dibukanya pintu Surga dan dikunci pintu Neraka, juga dibelenggunya syetan. Di dalam (Ramadhan) ada satu malam yang lebih baik dari 1000 malam. Siapa yang tidak diberikan kebaikan malam itu, maka sungguh tidak akan diberikan kebaikan kepadanya.” (diriwayatkan oleh Ahmad, Nasai, dan al-Baihaqi)

Oleh: Dr. M. Masrur Huda, M.Pd.

Dai Ambassador Dompet Dhuafa, Founder Quantum Quran, & Dosen Pascasarjana

1
2

Berita Terkait

Malam Lailatul Qadar

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini