Mau Iktikaf di Masjid Ini Wajib Reservasi Dulu!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 27 616 2060832 mau-itikaf-di-masjid-ini-wajib-reservasi-dulu-7XySlRmkOZ.jpg Itikaf di Masjid Ini Tuai Kontroversi (Foto: Instagram/ Masjid Hijau)

MOMEN yang cukup dinantikan umat Islam saat Ramadan adalah Lailatul Qadar. Pahala dari momen ini sangat luar biasa dan karena itu umat Islam sangat mengharapkannya dengan melakukan ibadah iktikaf, salat malam dan membaca Alquran.

Salah satu upaya yang mesti dilakukan untuk mendapatkan pengampunan dosa dan pahala Lailatul Qadar adalah melakukan Iktikaf. Dalam bahasa sehari-hari, Iktikaf yang merupakan kata dalam bahasa Arab itu punya makna menetap, mengurung diri atau terhalangi. 

Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah atau introspeksi diri atas perbuatan-perbuatan yang pernah dilakukan sebelumnya. Orang yang sedang beritikaf disebut juga mutakif.

Itikaf di Masjid Ini Harus Reservasi

Nah, ibadah yang satu ini menjadi perbincangan publik ketika sebuah Masjid yang berlokasi di Cilangkap, Jakarta Timur, menerapkan sistem registrasi sebelum akhirnya jamaah masjid melakukan iktikaf. Okezone mendapatkan informasi ini dari Instagram @masjid_hijau.

Itikaf Harus Reservasi

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam postingannya, dijelaskan di sana jamaah mesti registrasi terlebih dulu jika ingin melakukan Iktikaf di sini. Hal tersebut diberlakukan pihak masjid dengan alasan keterbatasan tempat dan tentunya demi kenyamanan. Secara lengkap, berikut tata tertib Iktikaf di Masjid Hijau Nurul Iman Cilangkap, Jakarta Timur;

Itikaf di Masjid Ini Harus Reservasi

1. Masuk masjid sebelum (Maghrib) tanggal 21 Ramadan 1440 H atau bertepatan pada Sabtu, 25 Mei 2019

2. Iktikaf tahun ini, dikarenakan keterbatasan tempat, maka dimaksimalkan jamaah Itikaf untuk ikhwan 600 peserta dan akhowat maksimal sebanyak 50 peserta. Dalam hal ini, kami hanya memprioritaskan ikhwan yang beritikaf. Ikhwan akan menempati sisi ruang dalam masjid, sedangkan akhowat menempati ruang tahfidz lantai atas.

3. Mengisi daftar hadir harian bagi jamaah yang hanya Iktikaf malam hari saja dan mengisi formulir data bagi jamaah yang menginap 10 hari.

a). Bagi ikhwan atau akhowat yang menginap hanya malam hari, akan dibagikan kupon oleh panitia saat pengisian daftar hadir harian.

b). Bagi ikhwan yang Iktikaf full 10 hari, akan diberikan "nametag" saat mengisi daftar formulir.

4. Selama Iktikaf berlangsung, diharapkan untuk tidak membunyikan handphone, laptop, atau barang atau benda sejenis yang lainnya.

5. Diwajibkan kepada setiap peserta Iktikaf agar tidak menggangu berlangsungnya seluruh acara Iktikaf ini. Bagi peserta yang membawa anak agar dikondisikan sebaik-baiknya. Jika tidak dapat dikondisikan dengan baik harap dibawa pulang.

6. Diharapkan bagi setiap peserta Iktikaf agar:

a). Tidak menjemur apapun kecuali pada tempat yang telah disediakan (akan diinformasikan kemudian).

b). Saling membangunkan dan mengingatkan untuk solat dan sahur.

c). Bertanggungjawab atas masing-masing barang yang dibawa. Catatan; Panitia tidak menerima titipan barang apapun serta tidak bertanggungjawab atas barang yang hilang.

d). Mengambil makan dan minum di tempat yang telah panitia sediakan.

e). Membuang sampah dan sisa makanan di tempat yang telah panitia sediakan.

7. Semua peserta Itikaf wajib menjaga kebersihan lingkungan di dalam ruang tempat Itikaf, pada saat menggunakan tempat wudhu dan toilet.

8. Peraturan ini dibuat guna kelancaran, kemudahan, dan ketertiban kita bersama. Semoga Allah meridhoi Itikaf dan seluruh ibadah kita semua. Dari tata tertib ini, kita bisa lihat bahwa karena keterbatasan tempat, membuat panitia Itikaf di Masjid Hijau mesti membatasi peserta. Hal ini juga berkaitan dengan kenyamanan peserta Itikaf.

Di postingan setelahnya, Anda juga bisa lihat bagaimana potret dari ibadah yang satu ini. Admin memperlihatkan bagaimana para peserta Itikaf tidur di dalam masjid dan memang dari foto yang tersebar, jumlah peserta terlihat sangat banyak dan area masjid menjadi sangat padat.

Dalam postingan ini juga ada beberapa komentar netizen yang coba mengomentari foto ini. Seperti yang dituliskan akun @awwal_alqudama, "Kenapa posisinya tidak dipisah? Kalau semua posisi atau shaf dipakai tidur. Kasihan ikhwan kita yang sedang fokus ibadahnya, baik salat maupun tilawahnya," kata dia.

So, bagaimana menurut Anda dengan adanya peraturan ini untuk menjalankan ibadah iktikaf?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya