Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tata Cara Puasa Syawal dan 5 Keutamaannya

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 06 Juni 2019 |11:01 WIB
Tata Cara Puasa Syawal dan 5 Keutamaannya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Sementara itu, dalam menjalankan puasa Syawal ada 5 fadilah atau keutamaan yang akan didapatkan umat muslim seperti dilansir dari Rumaysho, antara lain:

1. Puasa Syawal akan menggenapi ganjaran berpuasa selama setahun penuh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّأَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍكَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”[1]

2. Puasa Syawal seperti halnya salat sunnah rawatib dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib

Maksudnya adalah amalan puasa Syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadan sebagaimana salat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib.

3. Melakukan puasa Syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadan

Jika Allah SWT menerima amalan puasa Ramadan seorang hamba, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lain, diantaranya puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf,

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُبَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِالسَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”

Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, ”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”

4. Melaksanakan puasa Syawal adalah bentuk syukur pada Allah

Ibnu Rajab mengatakan, ”Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan.” Sampai-sampai Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pun yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang banyak melakukan salat malam. Ini semua dilakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat pengampunan dosa yang Allah berikan. Begitu pula di antara bentuk syukur karena banyaknya ampunan di bulan Ramadan, di penghujung bulan umat muslim dianjurkan untuk banyak berdzikir dengan mengagungkan Allah melalu bacaan takbir ”Allahu Akbar”. Ini juga di antara bentuk syukur sebagaimana Allah berfirman,

وَلِتُكْمِلُواالْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَاهَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185)

5. Melaksanakan puasa syawal menandakan ibadah dilakukan terus menerus dan bukan musiman

Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadan tidaklah berhenti setelah bulan itu berakhir. Amalan seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan. Jadi, apabila seseorang segera melaksanakan puasa sehari setelah Idul Fitri, maka itu merupakan tanda bahwa ia begitu semangat untuk melaksanakan puasa, tidak merasa berat dan tidak ada rasa benci.

(Utami Evi Riyani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement