22 Negara Minta China Beri Kebebasan terhadap Muslim Uighur

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2019 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 12 614 2078142 22-negara-minta-china-beri-kebebasan-terhadap-muslim-uighur-NNtbzrEIla.jpg Muslim berdoa kepada Allah (Foto: BBC)

Duta Besar PBB dari 22 negara telah bergabung menulis surat yang isinya menyerukan China agar memberikan kebebasan bagi etnis minoritas Muslim Uighur dan menghentikan penahanan massal.

 Muslim Xinjiang

(Foto: Alaraby)

Dilansir dari About Islam pada Jumat (12/7/2019), surat yang ditandatangani oleh 22 negara termasuk Australia, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, dan Jepang tersebut ditujukan kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet.

Surat tersebut mengungkapkan keprihatinan tentang laporan kredibel tentang penahanan sewenang-wenang serta pengawasan luas dan pembatasan yang menargetkan warga Muslim Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang. Mereka mendesak Tiongkok untuk mengakhiri pelanggaran terkait dan meminta Beijing untuk mengizinkan para pakar PBB mengakses wilayah tersebut.

Ini menandai tantangan internasional besar pertama terhadap kebijakan Tiongkok yang sedang berlangsung di wilayah perbatasan barat, di mana para ahli memperkirakan hingga 2 juta orang telah ditahan di kamp-kamp konsentrasi.

Para penulis surat termasuk duta besar dari seluruh Uni Eropa dan juga Swiss. Mereka meminta agar surat itu menjadi dokumen resmi Dewan Hak Asasi Manusia.

"Pernyataan bersama itu penting tidak hanya bagi penduduk Xinjiang tetapi juga bagi orang-orang di seluruh dunia yang bergantung pada badan hak asasi utama PBB untuk meminta pertanggungjawaban dari negara-negara yang paling kuat," kata John Fisher, Direktur Geneva di Human Rights Watch.

Sebelumnya pada Februari 2019, 130 pemimpin Muslim Amerika menandatangani pernyataan resmi untuk mengutuk penganiayaan terhadap sekitar tiga juta Muslim Uighur di tangan otoritas Tiongkok.

Dalam laporan setebal 117 halaman berjudul Membasmi Virus Ideologis: Kampanye Penindasan Tiongkok terhadap Muslim Xinjiang, Human Rights Watch menyajikan bukti baru tentang penahanan, penyiksaan, dan perlakuan sewenang-wenang massal Pemerintah Tiongkok, dan kontrol yang semakin meluas dalam kehidupan sehari-hari.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh Pemerintah Tiongkok bersikap otorites terhadap warga di Xinjiang, termasuk penggerebekan polisi dengan kekerasan terhadap rumah tangga Uighur, pembatasan praktik-praktik Islam, dan mengekang budaya dan bahasa orang-orang Uighur, terutama selama bulan Ramadhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini