nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belajar Salat Lebih Mudah dengan Panduan Digital!

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 18:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 13 614 2091455 belajar-salat-lebih-mudah-dengan-panduan-digital-bz4IiIZ6ZF.jpg Panduan salat digital (Foto: Novie/Okezone)

Belajar agama, khususnya salat kini sudah semakin canggih. Anda bisa mengaksesnya dengan mudah melalui berbagai macam platform digital. Mulai dari buku 3D, video, dan beberapa konten dakwah di jejaring sosial media.

 Panduan salat digital

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Masduki Baidlowi, mengatakan, jika dakwah saat ini sudah memasuki fase era digital dan akan mempermudah dalam proses belajar, termasuk salat.

"Itu akan berpengaruh dalam dunia dakwah dan agama. Seluruh organisasi agama juga harus menyongsong era ini," kata KH Masduki saat ditemui di kantor MUI, saat peluncuran buku panduan salat, Ishalat di Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Jika tidak mengikuti perkembangan atau menyonsong era ini, kata Masduki, akan tertinggal oleh generasi milenial. Mereka merupakan generasi yang tergantung dengan teknologi.

"Mulai dari bagaimana haji, puasa semua bisa didigitalkan dengan cara seperti itu," katanya.

Selain itu, digital printing jadi bagian dari cara berdakwah pada era digital saat ini. Misal ketika pergi haji dan umroh, masyarakat tidak perlu repot membawa peta atau panduan lainnya. Cukup di layar handphone, mereka sudah bisa akses semua yang dibutuhkan.

"Di dalamnya (aplikasi) selain salat, ada cara ihram, panduan umrah, (etika) ziarah kubur, dan silaturahmi," ujarnya.

Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Djakfarudin Junus mengatakan, jika panduan agama seperti ini lebih baik didukung oleh MUI, sebagai bentuk rasa kepercayaan masyarakat dalam penyampaian dakwah secara digital.

"Ini juga harus di-support oleh Majelis Ulama Indonesia, karena inilah kehebatan Indonesia. Berdakwah pun harus sesuai dengan kaidah Islam," kata Djakfarudin.

Dakwah via digital juga masif di media sosial. Sebab kebanyakan masyarakat Indonesia menghabiskan waktu dengan memantau HP-nya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini