nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocoran Setan yang Tertangkap tentang Kedahsyatan Ayat Kursi

Syifa Hanifah Firdiani , Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 00:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 330 2095906 bocoran-setan-yang-tertangkap-tentang-kedahsyatan-ayat-kursi-XlRtidRsCj.jpg Ayat Kursi di Surat Al Baqorah (Foto: Shutterstock)

Setan merupakan musuh utama manusia. Mereka akan senantiasa menggoda manusia agar lalai dari menjalankan perintah Allah SWT dan melanggar aturan-aturan-Nya. Hanya Allah SWT yang dapat memberikan perlindungan dari godaan setan yang terkutuk.

Alkisah sudah banyak cerita perjumpaan manusia dan setan, baik dalam wujud asli maupun menyerupai makhluk lain. Di antaranya kisah Abu Hurairah yang terangkum dalam sebuah hadits. Dalam kisah ini diceritakan tentang perjumpaan Abu Hurairah dengan setan selama tiga malam berturut-turut. Dari cerita ini pula akhirnya Abu Hurairah mendapat bocoran dari setan tentang kedahsyatan Ayat Kursi.

Dikutip dari buku Fenomena Kejiwaan Manusia Dalam Perspektif Al-Quran dan Sains pada terbitan lajnah pentashihan mushaf Al-Quran Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menugasiku untuk mengawasi zakat Ramadhan (zakat fitrah yang sudah terkumpul). Tiba-tiba datang seseorang pria mencuri sejumlah (bahan) makanan dari zakat tersebut. Aku pun menangkapnya, “Aku pasti akan melaporkanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” begitulah aku mengancamnya.

Dia menjawab, “Aku sangat butuh. Aku mempunyai keluarga dan aku memiliki keperluan yang sangat mendesak.” Aku lalu melepaskannya.

Ketika pagi tiba, Rasulullah berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengaku punya keperluan yang sangat mendesak dan tanggungan keluarga." Aku merasa begitu kasihan padanya lalu aku melepaskannya. Rasulullah bersabda, “Ketahuilah, sungguh dia telah membohongimu. Dia pasti akan kembali lagi.” Aku yakin pria itu akan kembali lagi karena rasulullah berkata demikian.

Saat malam tiba aku lalu mengawasi dengan seksama dan menunggu kedatangannya. Tidak lama datanglah pria itu untuk mencuri sejumlah bahan makanan. Aku menangkapnya kembali. "Aku pasti akan melaporkanmu kepada Rasulullah" ancamku kepadanya. Dia memelas "lepaskanlah aku, aku sangat membutuhkannya dan aku mempunyai keluarga. Aku tidak akan kembali lagi" Aku merasa iba lalu membiarkannya pergi.

Ketika pagi tiba Rasulullah bertanya, "Wahai Abu Hurairah, apa yang diperbuat oleh tawananmu?semalam?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengaku punya keperluan yang sangat mendesak dan tanggungan keluarga, aku merasa kasihan padanya lalu aku membiarkannya pergi"

Rasulullah bersabda, “Ketahuilah, sungguh dia telah membohongimu. Dia pasti akan kembali lagi.”

Pada malam ketiga aku dengan seksama menunggu kedatangannya. Tidak lama datanglah dia untuk mencari bahan makanan. Aku menangkapnya kembali. Aku mengancamnya, "Aku pasti akan melaporkanmu kepada Rasulullah. Ini sudah ketiga kalinya. Engkau sudah berjanji tidak akan kembali, tetapi kamu kembali juga.

"Pria itu berkata "Lepaskan aku, jika engkau melepaskanku, aku akan mengajarimu kata-kata yang sangat berguna bagimu disisi Allah." Aku bertanya, "Kata-kata apakah itu?".

Pria itu menjawab "Bila engkau hendak tidur, bacalah ayat kursi. Bacalah hingga selesai, bila engkau mengamalkannya pasti engkau akan selalu dijaga oleh malaikat Allah. Setan pun tidak akan bisa mendekatimu hingga pagi hari." Akupun melepaskannya.

Keesokan harinya aku menghadap Rasulullah. Beliau bertanya, "Dia mengaku hendak mengajariku kata-kata yang sangat berguna bagiku disisi Allah. Lalu aku melepaskannya," "Kata-kata apakah itu?" tanya Rasulullah.

Aku menjawab, "Dia berkata, Bila engkau hendak tidur, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’."

Dia juga berkata, "Bila engkau mengamalkannya pasti engkau akan selalu dijaga oleh malaikat Allah. Setan pun tidak akan bisa mendekatimu hingga pagi hari."

Para sahabat sangat tertarik pada kebaikan kecil sekalipun, sehingga mereka pasti tertarik pada hal-hal seperti ini.

Nabi bersabda "Ketahuilah, ia telah berkata jujur kepadamu, padahal ia sejatinya adalah seorang pendusta. Tahukah engkau siapa lelaki yang kau ajak bicara selama 3 malam ini Wahai Abu Hurairah?"

Lalu Abu Hurairah pun menjawab, "Tidak, wahai Rasulullah," Rasulullah bersabda, "Lelaki itu adalah setan."

Ayat Kursi tak lain adalah ayat ke-255 surah Al-Baqarah. Dalam Ayat Kursi terdapat 3 macam ajaran tauhid, yakni tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, serta tauhid nama dan sifat Allah. Berikut bacaan Ayat Kursi.

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah adalah Tuhan. Tidak ada tuhan selain Allah. Allah Maha Hidup lagi Maha Pengatur. Allah tidak tersentuh oleh kantuk dan tidak pula tidur, sehingga tidak pernah lengah. Semua yang ada di langit dan di bumi hanyalah milik Allah. Siapakah yang dapat memberikan pembelaan di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui semua perbuatan manusia ketika masih hidup serta pengaruh yang ditinggalkan sesudah mereka mati. Manusia sama sekali tidak mengetahui sedikit pun tentang ilmu Allah. Manusia hanya mengetahui ilmu yang Allah kehendaki diberikan kepadanya. Singgahsana Allah luas meliputi semua langit dan bumi. Allah tidak sulit untuk memeliharanya. Allah Maha Tinggi kekuasaan-Nya lagi Maha Agung kedudukan-Nya.” (QS. Al Baqarah: 255)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini