nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai WiFi Gratis Tanpa Izin, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 13:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 05 330 2100965 pakai-wifi-gratis-tanpa-izin-bagaimana-hukumnya-dalam-islam-E6EY0Sjrz7.jpg WiFi Gratis (Foto: Iuvmtech)

Di zaman yang semakin modern, alat penghubung komunikasi pun kian canggih. Handphone misalnya, bisa digunakan jika terhubung dalam suatu koneksi yang disebut sinyal. Sementara paket data ponsel bisa diakses dari Wireless Fidelity (WiFi) dan banyak tempat sudah menyediakan akses tersebut. Lantas bagaimana hukum pakai WiFi gratis tanpa seizin pemiliknya?

Faktanya, dalam prakteknya di lapangan, ada akses WiFi yang sengaja diberi kode password oleh pemiliknya alias WiFi gratis, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang tahu dan bisa menikmati layanannya. Lalu bagaimana jika WiFi itu sampai tidak dikunci, baik karena lupa atau faktor lain? Biasanya ada orang yang menggunakan kesempatan ini untuk mengakses internet secara cuma-cuma.

Dilansir dari laman situs Laduni.id, jika dilihat dari perspektif fikih, bagaimanakah hukum memakai WiFi gratis tanpa meminta izin pemiliknya?

Ternyata ini tidak diperbolehkan, yaitu termasuk ghasab yang artinya menggunakan atau memanfaatkan sesuatu yang bukan haknya. Termasuk sinyal WiFi gratis yang tidak dipassword dan bukan milik umum, kemudian digunakan sembarang oleh orang lain.

Secara bahasa ghasab adalah mengambil sesuatu secara paksa dan terang-terangan. Sedangkan menurut istilah ghasab artinya menguasai harta (hak) orang lain tanpa izin (melampaui batas).

Biasanya, ghasab dilakukan secara terang-terangan tapi pemiliknya tidak tahu. Misalnya, Anda sedang berada di dalam bus.

Tiba-tiba sinyal WiFi di ponsel otomatis terkoneksi, ternyata salah satu penumpang di bus ada yang sedang menghidupkan WiFi nya tanpa dikunci. Kemudian Anda pun secara diam-diam menikmatinya tanpa sepengetahuan orang yang punya WiFi alias WiFi gratis.

"Setiap muslim atas muslim yang lainnya terjaga darahnya, hartanya dan kehormatannya." (HR Muslim).

Adapun dijelaskan tentang ghasab dalam surat Al Baqarah 2:188, yang berbunyi:

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui"

Oleh karenanya, lebih baik kita meminta izin terlebih dahulu dengan pemilik WiFi. Sehingga koneksi yang sedang Anda nikamti tidak berbentuk syubhat artinya mendekati haram. Sebab, tidak ada yang tahu apakah pemiliknya ikhlas memberikan atau tidak.

Berbeda dengan tempat umum, seperti di taman dimana memang sudah jadi fasilitas masyarakat yang disediakan pemerintah setempat secara cuma-cuma.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini