nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hukum Memperbesar Payudara dalam Islam?

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 07 September 2019 11:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 07 616 2101809 hukum-memperbesar-payudara-dalam-islam-G1i3hmYVFX.JPG Hukum Memperbesar Payudara dalam Islam

SETIAP wanita memiliki definisi tentang kecantikan yang berbeda. Bukan hanya urusan wajah atau bentuk tubuh, namun juga soal ukuran payudara. Tak heran banyak yang terobsesi memperbesar payudara.

Faktanya ada yang menyukai ukuran payudara kecil, sedang, tapi tidak sedikit juga yang menyenangi ukuran payudara besar. Alhasil banyak juga yang berupaya memperbesar payudara yang dimiliki baik dengan cara operasi plastik ataupun krim pembesar payudara yang banyak dijual di pasaran.

Eits, bagi Anda para wanita Muslim, bicara soal memperbesar payudara ini ada baiknya mengetahui dulu bagaimana hukum Islam memandangnya. Lalu bagaimana hukum Islam tentang memperbesar payudara baik dengan cara operasi plastik ataupun mengaplikasikan krim pembesar?

Ternyata, seperti dijelaskan oleh Ustadz Fauzan Amin, salah seorang pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia, soal mengubah anggota tubuh kita sejatinya dalam Islam hukumnya adalah haram.

Namun lebih spesifik diungkapkan, jika niatnya untuk menyenangkan suami, maka boleh dilakukan tapi tetap dengan catatan cara yang dilakukan tidak mengundang mara bahaya bagi diri sendiri’.

“Mengubah sebagian atau seluruh tubuh kita (ciptaan Allah ) adalah haram, akan tetapi jika niat seorang istri untuk menyenangkan suami, maka hukumnya boleh-boleh saja dengan catatan cara yang digunakan tidak membahayakan dirinya. Boleh dengan minum obat obatan herbal, tidak dengan melalukan operasi untuk memperbesar payudara karena hal itu jelas jelas dilarang syariat,” ungkap Ustadz Fauzan Amin, saat dihubungi Okezone, Sabtu (7/9/2019) melalui sambungan telefon.

Penjelasan di atas ia kuatkan dengan hadits Abu Hurairah, disebutkan oleh Rasulullah wanita yang paling baik adalah salah satunya jika dipandang ia selalu menyenangkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّذِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِيمَا يَكْرَهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ

Artinya: Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam ditanya : "Wanita yang bagaimana yang paling baik?" Beliau menjawab, "Jika ia dipandang selalu menyenangkan, jika diperintah taat, dan tidak menyelisihinya terhadap perkara yang ia benci bila terjadi pada dirinya (istri) atau hartanya (suami)," (HR. Ahmad dan Nasa’i).

Dalam kesempatan yang sama, ustadz Fauzan Amin menjelaskan selain dilarang syariat dalam Islam, secara teknis operasi plastik jika menyertakan proses penambalan kulit dengan kulit lain, maka wudhu untuk menunaikan salat akan terhalang.

“Konsekuensi lain jika operasi kulit misal kulit asli ditambal dengan kulit lain maka wudhu akan terhalang. Intinya, Islam melarang ini dilakukan baik wanita single, maupun yang janda. Jika niat baik untuk menghibur suami maka boleh saja, dengan catatan tidak sampai menambal kulit yang menyebabkan terhalangnya air wudhu, misal hiasan alis sejenis tato. Boleh dengan minum obat obatan herbal atau disuntik yang hasilnya berkembang secara alami, tidak dengan melakukan operasi seperti ditambah daging karena hal itu jelas jelas dilarang syariat dan termasuk mengubah ciptaan Allah,” imbuhnya.

Terakhir, ustadz Fauzan Amin menerangkan sejatinya ciptaan yang terbaik adalah yang alami langsung dari Allah SWT. Memperindah diri dengan hiasan, Allah SWT juga mencintai keindahan, maka dari itu tidaklah dilarang asal tidak sampai ada niat untuk mengubah ciptaan Allah. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits yang berbunyi.

ان الله جميل يحب الجمال

Artinya : Allah indah dan menyukai keindahan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini