nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Pengacara Sukses yang Tetap Istiqomah Salat Lima Waktu Berjamaah

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 09 September 2019 07:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 08 616 2102184 cerita-pengacara-sukses-yang-tetap-istiqomah-salat-lima-waktu-berjamaah-iIwXiBjQOw.jpg Misbah Saat di Tanah Suci

SALAH satu ladang pahala yang bisa didapatkan adalah salat lima waktu berjamaah. Selain pahala, Anda akan merasakan segala kebaikan selama di dunia atau di akhirat nanti. Kebiasaan tersebut juga bisa jadi acuan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah Mohammad Misbah. Dia adalah seorang pengacara yang tidak pernah melewatkan salat lima waktu berjamaah. Hal ini bukan jadi kebiasaan lagi baginya, tapi juga jadi keharusan yang harus dijalankan.

Misbah menceritakan, tidak ada motivasi apapun selain mencari ridha Allah dan niatnya hanya ingin beribadah. Menurutnya, hidup manusia itu hanya sementara, dan dia ingin meninggal dalam keadaan sedang beribadah.

"Dalam hidup ini hanya sementara. Saya takut mati, untuk mempersiapkannya saya harus standby dalam posisi ibadah. Menurut apa yang diajarkan oleh guru-guru saya yang paling utama adalah salat tidak telat. Khususnya berjamaah, lebih utamanya di masjid. Alhamdulillah tidak ada halangan dan semua jalan tebuka lebar," kata alumnus Pesantren Mahasiswa Al Jauhar Jember itu kepada Okezone.

Selain itu, kata Misbah, salat lima waktu berjamaah mencegah kita untuk berbuat keji dan mungkar. Ketika salat di masjid, maka tidak ada waktu dan celah untuk berbuat maksiat. Semua pikiran hanya tertuju untuk ibadah.

"Salat berjamaah di masjid pahalanya berbeda dengan salat sendiri. Berjamaah akan mendapatkan keistimewaan, lebih mendekati khusyu. Salat sendiri pahalanya cuma satu, sedangkan berjamaah 27 kali lipat," ujarnya.

Pengacara sukses tersebut tetap istiqomah menjaga salat berjamaahnya. Pernah suatu waktu dia sedang meeting dengan kliennya.

Ketika waktu salat akan tiba dia malah mendapat tanggapan yang kurang menyenangkan, karena Misbah lebih mengutamakan salat dibanding dengan pekerjaannya. "Setiap saya meeting dan waktu salat sudah tiba, saya selalu izin untuk salat berjamaah dulu,"

Dari kejadian itu dia sempat kehilangan beberapa pekerjaannya, karena kliennya menganggap Misbah tidak konsisten dalam menjalankan pekerjaannya. Dia hanya bisa pasrah karena tahu semuanya sudah diatur oleh Allah.

Betul saja, akhirnya Misbah pun mendapatkan pekerjaan dan klien lagi. Kali ini mereka (klien) sangat memahami kebiasaan Misbah yang tidak mau melewatkan salat berjamaah. "Alhamdulillah, mereka cocok dengan saya dan paham juga," katanya.

Pernah suatu hari, Misbah pergi bersama kliennya yang kebetulan non Muslim. Sebelum pergi dia mengatakan pada kliennya, ketika waktu salat hampir tiba maka minta tolong untuk berhenti di masjid atau musala.

Dari situ kliennya ini mulai menyadari jika Islam itu agama yang indah dan disiplin. Sebab Misbah selalu menyebarkan kebaikan kepada siapa saja, supaya memotivasi orang lain tetap berada di jalan yang benar.

"Pas beberapa waktu lalu saya dengar kalau klien saya ini sekarang sudah jadi Mualaf. Saya tidak mau sombong atau riya dengan menceritakan semua ini. Tapi sebagai motivasi agar semua bisa tetap semangat beribadah," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini