Share

Setelah Cadar, Menag Fachrul Razi Sorot Khilafah

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 07:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 01 614 2124406 setelah-cadar-menag-fachrul-razi-sorot-khilafah-ORwmJwvqDG.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

PADA awal-awal kerjanya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memberi perhatian khusus pada pengentasan radikalisme. Selain itu ia menyoroti cadar dengan mengatakan niqab tidak boleh dipakai di lingkungan instansi pemerintahan. Setelah itu ia juga menyoroti keberadaan Khilafah.

Menurut Fachrul Razi, khilafah tidak boleh ada di Indonesia. Kalau pun sudah terlanjur ada, maka itu harus ditiadakan.

“Kalau khilafah, kita tidak ada pilihan. Tidak ada khilafah di Indonesia,”ujar usai menghadiri Konsolidasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang PMK di Jakarta, sebagaimana dikutip dari situs Kemenag, Jumat (11/1/2019).

“Kita tidak menyebut satu persatu, tapi bila mengusung khilafah, kami rekomendasikan untuk mencabut izinnya,” tambah Fachrul Razi.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Sementara di rapat konsolidasi perdana ini, masing-masing menteri diminta menyampaikan paparan singkat. Fachrul Razi, dalam paparannya mengingatkan kembali tentang komitmen terhadap penangkalan radikalisme di Indonesia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Saat ini diperlukan kesamaan sikap kita untuk penangkalan radikalisme. Seperti telah disampaikan Presiden, masalah radikalisme adalah prioritas bagi kita semua. Bukan hanya jadi prioritas Kementerian Agama, tapi seluruh kementerian dan lembaga yang ada. Maka kita mesti punya kesamaan sikap untuk ini," ucapnya.

Fachrul Razi mencontohkan, komitmen kebangsaan dapat ditunjukkan oleh para aparat negara. Misalnya saat menyanyikan Indonesia Raya di dalam suatu acara, maka sikap yang harus ditunjukkan para aparat harus sesuai.

"Jangan sampai kita lihat ada aparat yang tidak bersikap siap saat menyanyikan Indonesia Raya. Ini harus punya komitmen bersama. Perlu ketegasan bersama," ujar Menag. 

Sementara itu mengenai cadar, Fachrul Razi mengatakan bahwa untuk melarang seseorang pakai cadar atau niqab bukan urusannya sebagai menteri agama. Namun di Instansi Pemerintah memang mengeluarkan aturan adanya larangan menggunakan benda yang menutup wajah, niqab dan helm misalnya.

Kemudian ia juga menuturkan bahwa niqab itu tidak ada hadistnya. Enggak, saya enggak melarang (red. memakai cadar). Tidak ada. Saya sebut niqab itu tidak ada ayatnya, tidak ada hadistnya. Tapi enggak kita larang," ucapnya.

Rapat konsolidas itu sendiri bertema “Percepatan Pencapaian Visi dan Misi Presiden serta Sasaran dan Target Indikator Bidang PMK dalam RPJMN 2020-2024”.

Sementara itu mengenai cadar, Fachrul Razi mengatakan bahwa untuk melarang seseorang pakai cadar atau niqab bukan urusannya sebagai menteri agama. Namun di Instansi Pemerintah memang mengeluarkan aturan adanya larangan menggunakan benda yang menutup wajah, niqab dan helm misalnya.

Kemudian ia juga menuturkan bahwa niqab itu tidak ada hadistnya. Enggak, saya enggak melarang (red. memakai cadar). Tidak ada. Saya sebut niqab itu tidak ada ayatnya, tidak ada hadistnya. Tapi enggak kita larang," ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini