Tua Itu Pasti, Ini Hukum Menyemir Uban

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 11 November 2019 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 614 2128173 tua-itu-pasti-ini-hukum-menyemir-uban-vCQ3VPyJny.jpg Ilustrasi. Foto: Diomedia

BERTAMBAH tua adalah sesuatu yang pasti, dan salah satu tandanya adalah rambut yang memutih atau tumbuhnya uban. Sementara sebagian yang ingin selalu tampai muda, menyemir uban di kepalanya dengan warna hitam

Lalu bagaimana hukum menyemir uban dalam Islam? Bagaimana jika menyemir uban itu atas permintaan istri atau suami?

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH M Soleh mengatakan bahwa menyemir rambut yang sudah beruban atau putih atas permintaan suami atau istri hukumnya dibolehkan.

"Misal istrinya bilang. ‘Rambutnya disemir ya sayang, biar kelihatan lebih muda dan segar’. Maka hukumnya boleh disemir," ujarnya beberapa waktu lalu.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Hukum ini juga berlaku sebaliknya sehingga bila ada suami yang merasa kurang bergairah ketika melihat uban di kepala istri. Lalu meminta istrinya supaya menyemir uban atau rambut, maka diperbolehkan. "Nah, menyemir demi keharmonisan rumah tangga seperti ini boleh," katanya.

Hukum menyemir uban dalam konteks lainnya, misalnya agar pasukan tampak lebih mudah dan gagah ketika terjadinya perang, hal ini juga diperbolehkan. Pada zaman dahulu sudah pernah dicontohkan oleh nabi hal seperti ini. Secara umum, hukum akan berjalan seiring dengan alasan yang melatar belakanginya.

"Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam pernah memerintahkan pasukannya yang akan berangkat perang agar menyemir rambut. Biar pasukan tersebut tampak muda dan sehingga membuat gemetar lawan," urai Kiai Soleh.

Hukum menyemir rambut yang tidak diperbolehkan menurut Kiai Soleh adalah merubah warna rambut digunakan untuk menipu. Misalnya ada duda ingin melamar perawan, kemudian agar kelihatan muda, dia pergi ke salon dan menyemir rambut.

Menipu begini juga dihukumi dosa besar karena merugikan banyak pihak terutama calon pasangan. Hukum menyemir ini juga sama dengan mengedit foto untuk tujuan menipu.

Dewasa ini tipu menipu sudah marak terjadi, bahkan sebagian ada yang menipu jenis kelamin. Aslinya pria namun kemudian mengaku perempuan dengan berpakaian ala wanita.

Bahkan bila terjadi lamaran dan ada pihak yang merasa dirugikan lewat penipuan maka diperbolehkan untuk membatalkan lamaran. "Menyemir untuk menipu seperti ini (menipu) tidak boleh, haram," tandasnya.

Demikian dikutip dari laman resmi Nahdatul Ulama (NU) Online pada Senin (11/11/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini