nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ma'ruf Amin di Maulid Akbar: Nabi Muhammad Itu Ibarat Berlian

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 12:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 22 614 2133045 ma-ruf-amin-di-maulid-akbar-nabi-muhammad-itu-ibarat-berlian-ujnHgpmjQz.jpg Kh Ma'ruf Amin. Foto: Okezone

MAULID Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa yang diselenggarakan Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, tadi malam dihadiri oleh ratusan ribu jamaah.

Hadir pula Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) KH Ma'ruf Amin dalam acara tersebut. Dalam sambutannya pada Maulid Akbar itu, ia menyampaikan tentang keistimewaan Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Nabi Muhammad ibarat berlian yang berkilau. Walaupu berlian ukurannya sangat kecil, namun nilainya tetap berharga dibanding jenis batu lainnya.

"Nabi Muhammad itu ibarat berlian, kalau manusia biasa itu cuma batu-batu biasa," katanya saat mengisi acara di Maulid Akbar tersebut.

Maulid Akbar. Foto: Novie/Okezone

Sementara itu dikutip dari NU Online, KH Said Aqil Siroj yang datang ke Maulid Akbar itu menjelaskan asal-usul peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, maulid nabi diadakan kalangan Syiah seorang oleh Al-Muiz, seorang Khalifah Fatimiyah pada tahun 601 H. Sementara dari kalangan Sunni pertama kali digelar oleh Syamsud Daulah dari Nidhamil di Irak.

“Al-Muiz yang membangun Kota Kairo. Gubernurnya bernama Jauhar Assoqli, yang membangun Al-Azhar yaitu Al-Muiz Al-Kohir li dinillah,” kata Kiai Said.

Ia menjabarkan Maulid Nabi merupakan sunah taqririyyah yaitu perkataan, perbuatan yang tidak dilakukan nabi, tetapi dibenarkan Rasulullah SAW. Menurut dia, memuji atau mengagungkan Rasullah SAW termasuk sunnah taqririyah karena tidak pernah dilarang oleh Rasulullah.

Salah satu sahabat yang memuji-muji Nabi Muhammad adalah Ka’ab bin Juhair bin Abi Salma yang diceritakan dalam bait nadhom yang sangat panjang. Di hadapan Nabi Muhammad Ka’ab mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah orang hebat dan orang mulia.

Mendengar pujian itu nabi tidak melarang, bahkan membenarkan. “Malah Rasulullah memberi hadiah selimut yang sedang dipakai. Selimutnya bergaris-garis. Selimut garis-garis itu bahasa Arabnya adalah Burdah,” ucapnya.

Ia menyebut, sampai sat ini burdah Nabi Muhammad masih ada dan diabadikan di Museum Toqafi Istanbul Turki. Itulah mengapa setiap ada qasidah atau syair yang isinya memuji Nabi Muhammad disebut qasidtul burdah.

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini