Hari Disabilitas Sedunia, Ratusan Santri Tunanetra Hafalkan Alquran

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 19:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 03 614 2137570 hari-disabilitas-sedunia-ratusan-santri-tunanetra-hafalkan-alquran-Mo9ftAXWgp.jpg Alquran Digital untuk Tunanetra

Hari Disabilitas Sedunia secara serentak diperingati di seluruh dunia. Ritual tahunan ini mulai digelar sejak 1992 setelah PBB menetapkan 3 Desember sebagai Hari Disabilitas Internasional.

Di Indonesia, Hari Disabilitas Sedunia juga diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas, menghilangkan stigma terhadap penyandang disabilitas, memberikan dukungan untuk meningkatkan kemampuan serta kesejahteraan difabel.

Santri disabilitas Alquran

Kepedulian itu salah satunya ditunjukkan oleh PPPA Daarul Qur’an. Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Abdul Ghofur mengatakan, lembaganya memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memaksimalkan potensi diri yang dimiliki, khususnya dalam meningkatkan spiritualitas keagamaan.

“Dakwah tahfidzul Qur’an terus didawamkan PPPA Daarul Qur’an ke seluruh lapisan masyarakat. Hal itu dilakukan demi terwujudnya cita-cita besar membangun dunia dengan Alquran. Ikhtiar pun terus dijalankan, salah satunya seperti membimbing penyandang disabilitas menghafal Alquran,” ujar Ghofur dalam siaran persnya terkait Hari Disabilitas Sedunia, Selasa (3/12/2019).

Ghofur menuturkan, PPPA Daarul Qur’an mendirikan Rumah Tahfidz Nurul Qolbi, tempat belajar dan menghafal Alquran khusus santri-santri tunanetra di bawah naungan Rumah Tahfidz Center (RTC). Ini adalah ikhtiar lembaganya untuk hadir mendampingi mereka yang begitu semangat menghafal kalam-kalamNya meski dalam keterbatasan.

Selain membina santri tunanetra di Rumah Tahfidz Nurul Qolbi yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, PPPA Daarul Qur’an juga merangkul para penyandang disabilitas lainnya khususnya anak-anak di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Beberapa dari mereka bahkan telah mengikuti Wisuda Akbar sebagai ajang uji hafalan para santri se-Nusantara.

Hafidz Tunanetra

“Alhamdulillah, kini sebanyak 367 santri tengah menghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Nurul Qolbi. Hafalan mereka beragam mulai dari 1, 5, 10, 15, 20, 25 bahkan ada dua santri yang telah khatam menghafal 30 juz. Semoga semangat mereka menjadi energi untuk kita yang diberikan fisik sempurna agar memiliki semangat yang sama,” ucap Ghofur.

Salah satu santri Rumah Tahfidz Nurul Qolbi adalah Sa'adah (48). Kekurangan fisik yang dimilikinya, tak menyurutkan semangat Bu Adah sapaan akrabnya untuk menghafal Al-Qur’an.

Ia bahkan rela menempuh perjalanan dari rumahnya di Sukabumi untuk sampai di Rumah Tahfidz Nurul Qolbi. “Yang penting saya bisa menghafal Al-Qur’an,” tuturnya.

Ghofur mengatakan, hadirnya rumah tahfidz khusus tunanetra juga berkat dukungan masyarakat khususnya para donatur PPPA Daarul Qur’an.

“Semoga keberkahan Alquran mengalir kepada semua pihak yang telah membantu berdirinya rumah tahfidz ini. Saat ini kita sering menuntun mereka di dunia. Nanti, mereka yang menuntun kita di akhirat,” ujarnya.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini