Share

Ini Hukum Pembagian Harta Warisan untuk Perempuan

Tiara Syifa, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 10 614 2140213 ini-hukum-pembagian-harta-warisan-untuk-perempuan-CCaNTe9YPo.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

KETIKA wafat, sebagian orangtua tidak hanya meninggalkan anak, namun juga meninggalkan harta warisan. Nah, harta ini biasanya diwariskan kepada anak-anaknya, baik yang laki-laki maupun perempuan.

Lalu bagaimana pembagian harta warisan untuk perempuan? Dalam islam, pembagian waris sudah diatur dalam Q.S. An-Nisa [4]: 11, Allah berfirman yang artinya:

β€œAllah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan jika yang meninggal itu mempunyai anak, jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapak (saja), maka ibunya mendapat sepertiga, jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orangtuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nisa [4]: 11)

Lebih jelasnya, firman Allah dalam Q.S. An-Nisa [4]: 176 menjabarkan tentang pembagian hak waris perempuan terhadap laki-laki yang artinya:

β€œβ€¦. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri atas) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua perempuan.” (Q.S. An-Nisa [4]: 176).

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Dikutip dari buku Ketika Fikih Membela Perempuan yang disusun oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA., dalam kehidupan umat Islam saat ini, ayat di atas tetap dipakai karena memenuhi hak perempuan dalam hal pembagian harta warisan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tidak salah jika tetap ingin mengikuti aturan waris yang sudah ditetapkan di Alquran, tetapi tidak salah juga jika ada yang ingin memberikan warisan kepada perempuan lebih banyak daripada laki-laki, selama mendapatkan persetujuan dari seluruh pihak.

Dalam persoalan tertentu, permasalahan warisan bisa saja diputuskan oleh hakim dengan berpegang pada KUHPerdata dan mempertimbangkan seluruh aspek yang menjadi perkara di keluarga yang bersangkutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini