Gerhana Matahari, Ini Tata Cara Salatnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 01:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 25 614 2145982 gerhana-matahari-ini-tata-cara-salatnya-6c2h17Zx3L.jpg Gerhana matahari (Foto: Space)

Gerhana matahari disebut terjadi pada Kamis 26 Desember 2019 di Tanah Air. Maka umat Islam perlu bersiap-siap untuk salat gerhana matahari.

Menurut data astronomis, gerhana matahari yang terjadi merupakan gerhana matahari cincin dan gerhana matahari sebagian.

 Gerhana matahari

Perlu diketahui, fenomena gerhana matahari Cincin ini dapat teramati dari wilayah Indonesia bagian barat, meliputi Sibolga, Padang Sidampuan, Siak, Duri, Pulang Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang, Batam, Tanjung Pinang, Singkawang, Makulit, Tanjung Selor, dan Berau.

Di dalam Islam salat gerhana termasuk sunah, bisa dilakukan atau tidak. Lalu bagaimana tata cara salat gerhana menurut syariat?

Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya mengatakan, salat gerhana dapat dilakukan ketika matahari sudah tertutup oleh bulan atau sudah mulai gelap.

"Karena kalau dipelajari, gerhana matahari itu terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi," katanya saat dihubungi Okezone.

Mengerjakan salat gerhana, lanjut Asroni, bisa dilakukan dua cara. Bisa secara berjamaah atau sendiri. Namun lebih baik dikerjakan berjamaah karena untuk mendapatkan pahala lebih.

"Secara berjamaah itu lebih afdhal dan mengerjakan salat gerhana matahari atau gerhana bulan boleh sendirian. Artinya tidak diharamkan atau sah-sah saja," ujarnya.

Kemudian, dikutip dari pendapat Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari, ketika datangnya gerhana maka dianjurkan untuk berdzikir, bertakbir, bertasbih dan bertahlil.

ووقع في حديث ابن عباس عند سعيد بن منصور “فاذكروا الله وكبروه وسبحوه وهللوه”

Artinya: "Berdzikirlah, bertakbirlah, bertasbihlah, dan bertahlillah".

Berikut ini tata cara salat gerhana yang bisa Anda lakukan, baik secara berjamaah atau sendiri:

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1) Niat di dalam hati.

2) Takbiratul ihram seperti salat pada umumnya.

3) Membaca doa iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan diperdengarkan suaranya.

4) Lalu ruku sambil memanjangkannya.

5) Bangkit dari ruku’ (i’tidal).

6) Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama).

7) Ruku kembali (ruku kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku sebelumnya.

8) Bangkit dari ruku (i’tidal)

9) Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku. lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10) Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya).

11) Tasyahud.

12) Dan terakhir salam.

Rasululluah SAW pernah bersabda mengenai gerhana matahari,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، وَإِنَّهُمَا لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَكَبِّرُوا وَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bagian dari kekuasaan Allah. Gerhana bulan atau matahari terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kalian melihat gerhana, takbirlah, berdoalah kepada Allah, kerjakan shalat dan bersedekalah wahai umat Muhammad,” (HR Muslim).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya