Terkena Najis Ringan dan Besar, Ini Cara Membersihkannya agar Salat Sah

Suherni, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 330 2168294 terkena-najis-ringan-dan-besar-ini-cara-membersihkannya-agar-salat-sah-SpXgQdKXM6.jpg Ilustrasi. Foto: About Islam

MUSLIM yang salat saat dirinya sedang terkena najis, maka ibadahnya tidak sah. Agar sah, maka ia harus membersihkan najis dari tubuh dan pakaiannya, kemudian dilanjutkan dengan bersuci atau berwudhu.

Dalam Islam sendiri terdapat tiga jenis najis, yaitu najis ringan, sedang, dan najis besar. Contoh najis sedang adalah wadi atau madzi. “Kalau wadi dan madzi hukumnya najis,” ujar ustadz Rizki Nugroho kepada Okezone dalam artikel terdahulu.

Lalu bagaimana dengan najis besar dan najis ringan. DR. Ahmad Hatta, MA dkk menjelaskan dalam buku Bimbingan Islam untuk Hidup Muslimah yang disusun DR. Ahmad Hatta, MA dkk, pada halaman 52-53, najis besar juga disebut Mughallazhah.

Jenis najis ini seperti yang ada pada hewan babi dan anjing. Cara membersihkan najis Mughallazhah yaitu dengan membasuhnya menggunakan air sebanyak tujuh kali yang diawali dengan tanah.

Rasulullah bersabda mengenai najis berat, "Kesucian wadah seseorang di antara kalian, jika dijilati anjing padanya, adalah dengan mencucinya sebanyak tujuh kali (dengan air), diawali dengan tanah." (Abu Dawud, 1/71

Sedangkan najis ringan juga disebut Mukhaffafah. Jenis najis mukhaffafah yaitu seperti najis bayi laki-laki yang belum pernah makan kecuali air susu ibunya. Cara membersihkan najis ini cukup dengan memercikkan air ke tempat terkena najis.

Rasulullah bersabda, "Kencing bayi perempuan dicuci, sedangkan kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan air.'' [Abu Dawud, 1/375)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini