nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salat Jumat Hanya Kebagian Satu Rakaat, Bagaimana Hukumnya?

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 10:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 14 330 2168301 salat-jumat-hanya-kebagian-satu-rakaat-bagaimana-hukumnya-6nePTxp5PR.jpg Ilustrasi. Foto: SCMP

SALAT Jumat wajib hukumnya bagi umat Islam yang laki-laki. Ibadah ini biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.

Namun dalam pelaksanaannya, terkadang ada orang yang terlambat sehingga ia hanya dapat satu rakaat saja. Lalu bagaimana hukumnya jika seseorang yang melaksanakan Salat Jumat hanya kebagian satu rakaat?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, jika seseorang hanya kebagian satu rakaat ketika Salat Jumat, maka harus disempurnakan dengan menambah satu rakaat lagi.

"Kalau dapat satu rakaat maka sempurnakan dengan menambahkan satu rakaat yang tertinggal. Jika dia mendapatkan imam pada posisi tasyahud/tahiyat (red. rakaat kedua), maka dia wajib menyempurnakan menjadi empat rakaat seperti Salat Zuhur," katanya saat dihubungi Okezone, Jumat (14/2/2020).

Hal ini juga dijelaskan dalam suatu riwayat hadist, Rasulullah SAW bersabda:

من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة

Artinya: "Barangsiapa mendapati satu rakaat dari salat, maka ia berarti mendapati salat." (HR. Bukhari- Muslim).

Lebih lanjut, kata dia, tentang tertinggalnya rakaat ketika Salat Jumat juga dijelaskan dalam riwayat hadist lainnya, yaitu:

ما أدركتم فصلوا وما فاتكم فاقضوا

Artinya: "Apa saja gerakan imam yang kalian dapati, maka ikutilah (salatlah). Sedangkan yang luput bagi kalian, maka sempurnakanlah." (HR. Bukhari-Muslim).

Namun lebih baik datang lebih awal ke masjid sebelum Salat Jumat berlangsung, karena ini pun memiliki banyak sekali keutamaan.

"Keutamaan datang lebih dahulu ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat bagi Muslim laki-laki adalah Allah akan menghadiahkan memberikan ganjaran seperti berkurban dengan seekor unta," ucap Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya beberapa waktu lalu.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW berikut :

مَنْ رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ

Artinya: "Siapa saja yang berangkat salat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah dianggat, dan para malaikat berkumpul di minbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak salat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa," (HR. al-Bukhari dan Muslim).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini