MUI: Pergeseran Ibadah dari Masjid ke Rumah Tak Kurangi Seinci Pun Ketaatan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Minggu 19 April 2020 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 19 616 2201586 mui-pergeseran-ibadah-dari-masjid-ke-rumah-tak-kurangi-seinci-pun-ketaatan-8NzHcm27Zy.jpg Sekretaris Fatwa MUI Asrorun Niam (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Ramadhan 1414 H bakal dijalani saat pandemi COVID-19. Sehubungan dengan hal ini, Majelis Ulama Indonesia mengimbau masyarakat untuk melaksanakan ibadah yang biasa dilaksanakan di masjid seperti tarawih ke rumah bersama keluarga.

Sekretaris Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr.KH. Asrorun Niam mengajak masyarakat membangun kebiasaan baru di dalam pelaksanaan ibadah menyesuaikan kondisi pandemi COVID-19 yang sedang dialami saat ini. Asrorun Niam mengimbau masyarakat untuk menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan ibadah, ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah.

"Kebiasaan ibadah di masjid dan mushola saat Tarawih yang biasa kita laksanakan, syiar-kan dengan berbagai aktivitas keagamaan, kita geser syiar itu ke kediaman masing-masing. Sungguh penggeseran dari masjid ke kediaman tidak mengurangi seinci pun ketaatan itu," ungkapnya di Graha BNPB Jakarta, Minggu (19/4/2020).

Asrorun Niam

Bahkan, menurut Asrorun Niam, Rasulullah SAW dalam Hadist Shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim menegaskan, pastikan bahwa rumah-rumah kita diterangi dengan aktivitas Salat dan Tilawah. Jangan jadikan rumahmu bak kuburan yang tidak pernah dilakukan aktivitas ibadah dan juga oleh cahaya Alquran.

"Hari ini dengan wabah COVID-19 menjadi hikmah agar rumah bisa terang, bisa dipancarkan oleh cahaya Alquran melalui aktivitas ibadah. Jangan sampai rumah kita gelap bak kuburan, seolah-olah menjadi pusat pertengkaran karena tidak adanya harmoni antar satu dengan yang lain anggota keluarga. Lagi-lagi ini adalah momentum, ini adalah hikmah di balik peristiwa," jelas Asrorun Niam.

Lebih lanjut, Asrorun Niam menegaskan untuk saat ini kita pastikan konsentrasi di rumah untuk kepentingan ibadah, termasuk tidak mengundang buka puasa bersama teman-teman atau rekan kantor.

Bahkan, dalam Hadist yang lain Asrorun Niam mengatakan Rasulullah SAW mendorong, memperbanyak pelaksanaan ibadah Salat Sunnah di rumah. Hal itu dikualifikasi sebagai afdholu sholah, sholat yang paling utama.

"Salat, Salat-lah kalian di rumah-rumah kalian. Karena pada hakekatnya, sebaik-baiknya pelaksanaan ibadah salat itu adalah salat-nya seseorang di rumah, kecuali Salat Fardhu, kecuali salat-salat yang memang disunnahkan dilaksanakannya di masjid sebagaimana salat tahiyatul masjid," paparnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya