Aturan Lengkap Kegiatan di Masjid Selama Penerapan New Normal

Hantoro, Jurnalis · Senin 01 Juni 2020 13:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 31 614 2222560 aturan-lengkap-kegiatan-di-masjid-selama-penerapan-new-normal-l1rAQ6CLqj.jpg Masjid Istiqlal. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

MENJELANG penerapan program kenormalan baru (new normal), Kementerian Agama Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan surat edaran tersebut diterbitkan sebagai respons dari kerinduan umat untuk kembali berkegiatan di rumah ibadah, termasuk masjid, namun tetap menaati protokol kesehatan pencegahan virus corona (covid-19). 

Adapun aturan lengkap mengenai kegiatan di masjid selama penerapan new normal di tengah pandemi virus corona adalah:

1. Rumah ibadah atau masjid yang dibenarkan menyelenggarakan kegiatan berjamaah adalah yang berdasarkan fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/RT, berada di Kawasan/lingkungan yang aman dari covid-19. Hal itu ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud, setelah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat bersama majelis-majelis agama dan instansi terkait di daerah masing-masing.

2. Surat keterangan bahwa kawasan/lingkungan masjidnya aman dari covid-19 dapat diajukan secara berjenjang kepada Ketua Gugus Kecamatan/Kabupaten/Kota/Provinsi sesuai tingkatan rumah ibadahnya. Adapun rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan mayoritas jamaah atau penggunanya dari luar kawasan/lingkungannya dapat mengajukan surat keterangan langsung kepada pimpinan daerah sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut. 

Kemudian kewajiban pengurus atau penanggung jawab rumah ibadah atau masjid adalah:

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area masjid;

b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area masjid;

c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar masjid;

e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu > 37,5°C (dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area masjid; 

 

f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter;

g. Melakukan pengaturan jumlah jamaah masjid yang berkumpul dalam waktu bersamaan untuk memudahkan pembatasan jaga jarak;

h. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah;

i. Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area masjid pada tempat-tempat yang mudah terlihat;

j. Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan;

k. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jamaah tamu yang datang dari luar lingkungan masjid. 

Sementara kewajiban jamaah yang melaksanakan ibadah di masjid yakni:

a. Jamaah dalam kondisi sehat;

b. Meyakini bahwa masjid yang digunakan telah memiliki Surat Keterangan Aman Covid-19 dari pihak berwenang;

c. Mengenakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area masjid;

d. Menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer; 

 

e. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;

f. Menjaga jarak antarjamaah minimal 1 meter;

g. Menghindari berdiam lama atau berkumpul di area masjid, selain untuk kepentingan ibadah yang wajib;

h. Melarang beribadah di masjid bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap covid-19;

i. Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di masjid sesuai ketentuan. 

Lalu apabila masjid digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan, seperti akad nikah, aturannya yaitu:

a. Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif covid-19;

b. Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang;

c. Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin. 

 

1
4
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini