Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa maksud kata 'menakuti-nakuti' tersebut ialah agar manusia takut (khauf) kepada Allah. Beliau berujar:
أذن الله سبحانه لها في الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم
“Terkadang Allah subhanahu wata'ala mengizinkan bumi untuk bernapas maka terjadilah gempa bumi yang dahsyat, maka muncul rasa takut dan khawatir pada hati hamba-hamba Allah dan agar mau kembali kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri di hadapan-Nya serta menyesal (atas dosa dan maksiat yang dilakukan),” (Miftah Daris Sa’adah 1/229).
(Rizka Diputra)