Ketika Berjimak, Baca 3 Doa Ini agar Dikaruniai Anak Saleh

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 618 2231138 ketika-berjimak-baca-3-doa-ini-agar-dikaruniai-anak-saleh-3iUYzeobW5.jpg ilustrasi (stutterstock)

ISLAM telah mengatur semua lini kehidupan manusia, termasuk dalam hubungan suami istri atau berjimak. Menurut syariat, sebelum, sesudah dan sedang melakukan jimak ada doa khusus supaya menjadi pahala tambahan bagi yang melakukannya.

Doa-doa itu untuk menghindari gangguan syaitan dan senantiasa agar hasil dari perkawinan dikaruniani anak yang saleh atau salehah.

“Islam sudah mengatur semuanya, termasuk melakukan jimak,” ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mau Anak Saleh, Amalkan Doa Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria 

Berikut ini adalah doa ketika berjimak, seperti dijelaskan dalam Kitab Uqudulujain yang ditulis oleh Syekh Nawawi bin Umar Al-Bantani, dan Kitab Qurrotul Uyun yang ditulis oleh Syekh Muhammad al-Tahami bin Madani.

1. Doa sebelum berjimak

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻭَﺟَﻨِّﺐِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَ

Bismillaahi Alloohumma jannibnasy syaithoona wajannibisy syaithoona maa rozaqtanaa

Artinya: "Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami". (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Doa ketika mengeluarkan air mani

اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

Allahummaj’alnuthfatna dzurriyyatan thayyibah

Artinya: Ya Allah, semoga sperma yang kami keluarkan bisa menghasilkan keturunan yang baik.

 

3. Doa setelah berjimak

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

Alhamdu Lillaahi Lladzii Khalaqa Minal Maa I Basyaraa

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)"

Lebih lanjut, ada waktu-waktu tertentu yang dilarang bagi suami istri yang akan berjimak yakni ada tiga keadaan yang perlu diperhatikan.

“Terkait larangan waktu atau keadaan setidaknya ada tiga, suami dilarang berhubungan suami istri, pertama adalah ketika istri sedang haid. Kedua ketika sedang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan. Ketiga, sedang berihram dalam rangka melaksanakan ibadah haji atau umrah," pungkas Ustadz Ainul.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini