Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sistem Ganjil-Genap Sholat Jumat, Pengurus Masjid Nilai Agak Rumit

Sistem Ganjil-Genap Sholat Jumat, Pengurus Masjid Nilai Agak Rumit
Pelaksanaan Sholat Jumat di masa PSBB transisi. (Foto: Okezone)
A
A
A

DEWAN Masjid Indonesia (DMI) baru saja memberikan surat edaran terkait tata cara Sholat Jumat pada tatanan baru beradaptasi covid-19, yakni menindaklanjuti surat edaran ketiga DMI dan sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2020.

Dalam surat edaran tersebut, DMI memberikan anjuran agar pelaksanaan Sholat Jumat di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini menerapkan sistem dua gelombang berdasarkan ganjil-genap nomor ponsel.

Baca juga: Imbauan Terbaru Dewan Masjid Indonesia soal Sholat Jumat di Era New Normal 

Menanggapi anjuran tersebut, pengurus bidang Dakwah dan Peribadahan di Masjid Al Falah Taman Bona Indah, Jakarta Selatan, Birrul Walidain, mengatakan pengaturan ganjil-genap berdasarkan nomor ponsel akan sulit diterapkan.

"Kalau shift sebagaimana yang dibuat Taman Bona Indah, kalau berdasarkan nomor handphone, agak rumit. Yang datang duluan saja dipersilakan," kata Birrul, seperti dikutip dari BBC News Indonesia, Jumat (19/6/2020).

Ia mengatakan masjid yang terletak di daerah Lebak Bulus itu memang sempat ramai saat kembali dibuka. Dengan begitu, Masjid Al Falah kemudian melaksanakan dua gelombang, sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan.

Namun, jamaah berangsur berkurang di pekan kedua, dengan semakin banyak masjid yang dibuka kembali. Meski demikian, Birrul mengatakan pihaknya telah menyiapkan lapangan olahraga yang terletak di samping masjid demi antisipasi banyaknya jumlah jamaah.

Baca juga: New Normal, Sholat Jumat Bisa Pakai Sistem Ganjil-Genap 

Sementara pihak Masjid Agung Sunda Kelapa bahkan menilai tidak perlu menambahkan shift di tengah kebijakan pembatasan jamaah saat masa PSBB transisi menuju kenormalan baru (new normal).

"Empat puluh persen yang di dalam yang selama ini bisa dipakai, plus lahan yang cukup luas sehingga sangat memadai sehingga Masjid Agung Sunda Kelapa hanya satu shift saja," kata Kepala Bidang Umum dan Operasional Masjid Agung Sunda Kelapa, Laode Basir, Kamis 18 Juni 2020.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement