Kisah Miris Muslimah, Diduga Idap Covid-19 hingga Jasadnya Dikremasi

Rabu 24 Juni 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 614 2235371 kisah-miris-muslimah-diduga-idap-covid-19-hingga-jasadnya-dikremasi-3ndDolzYa3.JPG Ruang kremasi tempat pembakaran mayat (Foto: The Independent)

Pada April 2019, kelompok Islam yang memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok lokal yang kurang dikenal menargetkan hotel dan gereja kelas atas di Kolombo dan di timur negara itu, menewaskan lebih dari 250 orang, termasuk orang asing. Serangan bom yang menghancurkan ini, yang diklaim oleh kelompok Negara Islam, mengejutkan negara. Sejak bom bunuh diri itulah banyak kaum muslim mengalami stigmatisasi.

Mirisnya, Sri Lanka adalah satu-satunya negara di antara 182 anggota WHO di mana seorang muslim yang meninggal terjangkit Covid-19 harus dikremasi. Ali Zahir Moulana, seorang mantan menteri dan kandidat dalam pemilihan umum mendatang berujar bahwa komunitas muslim akan menerima keputusan pemerintah jika ada bukti atau dukungan ilmiah untuk membuktikan bahwa pemakaman sebenarnya berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Komentarnya ini kemudian didukung pemimpin senior Kongres Muslim Sri Lanka yang mengatakan jelas tidak ada dasar ilmiah atau kesehatan untuk kremasi, dan keputusan pemerintah didasarkan pada "agenda politik kelam" untuk lebih jauh membagi negara itu menurut garis etnis.

Sementara itu, hampir enam pekan setelah kematian istrinya, Shafeek sedang berjuang untuk berdamai dengan apa yang terjadi. Teknisi medis yang mengawasi pengujian untuk virus tersebut mengatakan bahwa Fathima tidak benar-benar dites positif seperti yang disarankan oleh rumah sakit. Hal ini jelas kian menambah rasa kebingungan di pihak keluarga.

"Kami umat Islam tidak mengkremasi jenazah kami. Jika mereka tahu istri saya tidak terjangkit corona lalu kenapa mereka mengkremasinya?" kata Shafeek.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini