Belajar Peduli Sesama, Antarkan Joseph Jadi Mualaf

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2020 00:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 614 2236559 belajar-peduli-sesama-antarkan-joseph-jadi-mualaf-r3Ronimsfo.jpg Pembacaan syahadat Joseph Joshia Patarangi (Istimewa)

JAKARTA – Hidayah yang didapatkan seseorang dapat menuntun ke jalan yang benar untuk menjalani kehidupan agar selamat dan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Itulah yang dialami Joseph Joshia Patarangi.

Joseph mantap memeluk Islam setelah belajar nilai-nilai agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW yakni kepedulian antar sesama. Pria itu mengucapkan dua kalimat syahadat di Musala Al–Husaini, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2020).

Saat pembacaan syahadat, Josep didampingi Tim Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa, Komunitas Ojol Nusantara dan perwakilan Squad Khadijati. Josep merasa bahagia karena sudah sejak 2018 ingin memeluk Islam, tapi baru kali ini cita-cita terwujud.

Baca juga: Wanita Berusia 70 Tahun Jadi Mualaf Setelah Lihat Putrinya Sujud

Sebelum menjadi mualaf, Joseph merupakan pemuka di agama yang diyakininya dulu. Setelah menunggu masa bakti menjadi pemuka agama selesai, niat untuk menjadi mualaf diwujudkannya.

Pada proses menuju mualaf, banyak dorongan dan motivasi untuk tetap bersabar dan bertawakal atas yang dialami. Kondisi para mualaf yang masih butuh pendampingan, membuat Dompet Dhuafa melakukan dukungan secara spiritual untuk memahami keyakinan yang kini dijalaninya.

“Saya berterima kasih kepada semua yangg telah diberikan, pelatihan–pelatihan untuk proses saya menjadi manusia yang sebenarnya. Dulu saya kurang memanusiakan orang, atau artinya tidak peduli kepada orang, tapi setelah banyak masukan saya lebih menghargai orang,” kata Joseph.

“Sebenarnya saya ingin menjadi mualaf itu dari tahun 2018, Alhamdulillah sekarang tercapai dari dua tahun yang lalu untuk jadi muslim. Saya mohon bimbingannya walaupun keluarga saya 80 persen muslim masih butuh bimbingannya.”

Ilustrasi

Usai memeluk Islam, Joseph bakal dibina di program pesantren mualaf yang bersinergi dengan berbagai lapisan masyarakat dan lembaga mitra pembina mualaf di beberapa wilayah di Indonesia.

Saat ini, Dompet Dhuafa sudah membimbing dan membina 350 mualaf pascasyahadat. Pesantren Muallaf sudah memiliki 5 cabang di Manado, Riau, Cianjur, Alor, Papua dan Jakarta.

“Alhamdulillah saya diberikan kesehatan bisa berkumpul di musala ini dan menyaksikan saudara kita yaitu Bang Yos, untuk membacakan syahadat,” kata Khadija yang sebelumnya dikenal dengan Peggy Melati Sukma.

Dia menuturkan Komunitas Ojol Nusantara berkolaborasi dengan Yayasan Khadijati Foundation yang anggotanya semuanya wanita pada Ramadhan 1441 Hijriah mengadakan program pembagian 1.000 paket beras dan minyak ke masyarakat.

Baca juga: Kisah Unik Wanita Masuk Islam karena Operator 911

“Alhamdulillah mendengar kabar dari Squad Khadijati dari rekan Ojol Nusantara bahwa ada anggotanya yang mengucapkan kalimat syahadat makanya kami perwakilan Squad menyempatkan untuk datang. Mudah mudahan segala keadaan kita di dunia, Allah jadikan sebagai wasilah kita di akhirat. Ingin menitipkan Alquran, Sirah Nabawiyah, buku bimbingan islam untuk pemula, dan buku yang saya tulis untuk bimbingan beliau menjalinnya kehidupannya,” ucap Khadija.

Program Pesantren Muallaf juga menjadi wadah dan sarana untuk menggali lebih jauh potensi-potensi yang dimiliki oleh para mualaf.

Program pembinaan mualaf yang dilakukan menjadi aktifitas paralel dilakukan bersama dengan tim Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) yang diharapkan menjadi wadah pembinaan untuk penguatan aqidah, pendalaman ilmu agama Islam, bimbingan membaca alquran dan juga ikhtiar kemandirian dengan pendidikan vokasional untuk membangun semangat kemandirian dan jiwa entrepreneurship bagi mualaf.

“Alhamdulillah hari ini kita bahagia, karena hari ini bang Joseph yang bersyahadat yang kita saksikan semua dengan keikhlasan beliau untuk bersyahadat. Beliau merupakan pegiat kemanusiaan,” kata Muhammad Aris Alwi, Koordinator Respon Nasional Pesantren Muallaf Indonesia Dompet Dhuafa.

“Kami sangat terharu, semua menitikkan air mata kebahagiaan, ketika Allah sudah berkhendak, hidayah Allah sudah turun tidak ada yang bisa menghalanginya. Bimbingan yang diberikan kepada mualaf pasca syahadat yaitu thaharah (penyucian diri), belajar berwudhu, belajar mandi dan pelajaran Islam yang lainnya.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini