Bukti Kesetiaan Khadijah kepada Nabi Muhammad hingga Akhir Hayat

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 614 2239494 bukti-kesetiaan-khadijah-kepada-nabi-muhammad-hingga-akhir-hayat-WUSkuucUy0.jpg Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Pond5)

SIAPA yang tidak mengenal Khadijah binti Khuwailid? Ia adalah wanita mulia yang pertama kali dinikahi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Khadijah juga menjadi perempuan pertama yang masuk Islam.

Khadijah adalah perempuan bangsawan yang berasal dari bangsa Quraisy. la dikenal memiliki usaha dagang yang sangat maju. Kabarnya Khadijah merupakan perempuan terkaya di Kota Makkah kala itu. Salah satu pegawainya bernama Muhammad, laki-laki yang kelak diangkat Allah Subhanahu wa ta'ala menjadi Rasul-Nya.

Baca juga: Melihat Tata Cara Wudu Nabi Muhammad 

Sebagaimana dilansir buku 'Mulut yang Terkunci, 50 Kisah Haru Para Sahabat Nabi' karya Siti Nurlaela, sejak awal Khadijah kagum pada akhlak mulia Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala, mereka akhirnya menikah. Usia Khadijah saat itu 40 tahun, sementara Muhammad 25 tahun.

Kemudian keduanya dianugerahi beberapa orang anak, salah satunya adalah Fathimah. Sayangnya, hampir seluruh anak Khadijah meninggal dalam usia muda.

Kaligrafi tulisan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. (Foto: Istimewa)

Menginjak usia 40 tahun, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam kerap menyepi di Gua Hira. la hendak mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Suatu malam, sepulang dari Gua Hira, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tampak menggigil hebat. Wajahnya bersimbah peluh. Beliau minta diselimuti. Khadijah menjadi cemas dan berusaha menenangkannya.

"Tenang, Suamiku," ucap Khadijah sembari menyelimuti Muhammad.

"Apa yang terjadi denganmu?" tanyanya.

Baca juga: Non-Muslim Akademisi: Nabi Muhammad Pejuang HAM Universal 

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam kemudian bercerita, "Ketika aku berada dalam Gua Hira, muncul sosok tinggi besar. Sosok itu menyuruhku membaca. Tubuhku gemetar. Kukatakan kepadanya kalau aku tak bisa membaca, tetapi ia terus menyuruhku. Ia memeluk tubuhku erat-erat. Kukatakan berulang-ulang, aku tidak bisa membaca. Sosok itu kemudian berkata kepadaku. 'Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Tuhanmu Yang Paling Pemurah yang telah mengajar manusia dengan kalam; Dia yang mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Khadijah menyimak cerita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. la berusaha menenteramkan hati suaminya.

"Sesungguhnya, Allah amat menyayangi dan memuliakanmu. Aku akan meminta Warawah bin Naufal kemari," kata Khadijah, "Mungkin ia mengetahui peristiwa yang kaualami."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Warafah bin Naufal adalah saudara Khadijah. la seorang ahli kitab. Warafah telah mempelajari kitab Taurat dan Injil dengan tekun.

Khadijah berharap saudaranya itu dapat menjawab kegelisahan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Nabi Muhammad kemudian mendapat penjelasan dari Warafah bin Naufal.

Baca juga: Ini 12 Rakaat Sholat Sunah Rawatib yang Selalu Dikerjakan Rasulullah 

"Sesungguhnya yang datang itu Malaikat Jibril. la menyampaikan wahyu dari Allah. Musa juga pernah mengalaminya. Dalam Taurat dan Injil memang disebutkan bahwa Nabi terakhir berasal dari bangsa Arab. Aku yakin, Muhammad, kau-lah Nabi terakhir itu."

Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam. Dengan hartanya, ia menyokong suaminya berdakwah. Pengikut Nabi Muhammad pun bertambah. Namun, mereka harus menghadapi ancaman kekerasan dari kaum Quraisy Makkah.

Kaligrafi tulisan Allah Subhanahu wa ta'ala dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. (Foto: Unsplash)

Salah satu pengikut Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yaitu seorang perempuan bernama Umayyah, dipaksa kembal menyembah berhala. Parahnya lagi ia disiksa dengan kejam. Tetapi hatinya tidak tergoyahkan. Umayyah gugur ketika Abu Jahal menghunjamkan pisau ke tubuhnya. Khadijah menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri.

Dalam masa pemboikotan, kaum Muslimin dikucilkan secara sosial dan ekonomi. Khadijah turut merasakan penderitaan akibat kesewenang-wenangan para penyembah berhala itu. Meski demikian, ia tetap sabar dan setia mendampingi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Tiga tahun sebelum kaum Muslimin hijrah ke Madinah, Khadijah meninggal dunia. Sepeninggal istrinya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tetap setia mengenangnya. Beliau lalu bersabda:

"Pada saat semua orang mengusir dan menjauhiku, dia beriman kepadaku. Saat semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Pada saat semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku."

Baca juga: Mencontoh Rasulullah Berdakwah dengan Lemah Lembut 

Dari sini bisa dipetik pelajaran bahwa Khadijah binti Khuwailid adalah istri yang setia, sabar, dan salihah. Dia juga banyak berperan dalam perkembangan dan kemajuan dakwah Islam.

"Memiliki istri salihah adalah dambaan setiap suami. Istri salihah memiliki akhlak mulia. Ia pandai menjaga diri, sabar dalam setiap kesulitan, dan menjadi penyejuk bagi suami kala menghadapi berbagai masalah," kenang Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya