7 Hal Penting yang Terkandung dalam Surah Annisa Ayat 59

Minggu 05 Juli 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 330 2241488 7-hal-penting-yang-terkandung-dalam-surah-annisa-ayat-59-SmclBGyJMs.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

ALLAH SWT memerintahkan kepada hamba agar taat terhadap segala perintah dan laranganNya. Kemudian taat kepada RasulNya dan kepada pemimpin. Hal itu jelas tertulis dalam Alquran di Surah Annisa ayat 59.

Guru Besar FDIK UIN Mataram yang juga Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PWNW) Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan menjelaskan tafsir ayat tersebut di mana ada tujuh hal penting tentang ketaatan yang terkandung di baliknya.

Dalam artikelnya di kolom kajian tafsir jaringansantri.com, Prof. Fahrurrozi menulis bahwa “Ketaatan yang berorientasi pada dua sisi: zalika khairun wa ahsanu ta’wilan.”

Tadarrus inspiratif dari Surat Annisa’ Ayat: 59

بسم الله الرحمن الرحيم

يا أيها الذين آمنوا اطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولى الأمر منكم فإن تنازعتم فى شيء فردوه الى الله الرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر ذلك خير وأحسن تأويلا (٥٩)

“Duhai orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasulullah dan juga kepada pemimpin-pemimpin dari kalangan kalian semua. Namun jika ada perselisihan dan silang faham dan pendapat terhadap suatu hal, maka kembalikan hal itu kepada keputusan Allah yang tertuang dalam al-Quran dan juga kembalikan kepada Rasulullah yang tertuang dalam Hadis dan sunnahnya. Jika memang kalian berkomitmen penuh kepada Allah dan hari kemudian nanti. Hal tata cara dan tindakan kalian mengembalikan segala hal kepada Allah dan Rasulnya, Itulah yang terbaik dan terindah dalam aspek implementasinya.”

Baca juga: Kisah Guru Honorer Kuliah di Luar Negeri Berkat Sedekah Tiap Subuh

Prof. Fahrurrozi menulis, bahwa ayat ini sesungguhnya menjelaskan tujuh hal penting:

Pertama: Taat Kepada Allah (الطاعة الى الله)

Taat kepada Allah adalah taat kemutlakan yang tidak boleh ditawar-tawar. Ketaatan kepada Allah sebagai pondasi keimanan yang paling kokoh.

Taat kepada Allah minimal dengan tiga cara:

Al-Jihad: Upaya memerangi kekafiran yang dapat mengganggu keimanan.

Al-Juhdu: Upaya serius untuk melawan diri sendiri dari kealfaan dan kelalaian.

Al-Mujahadah: Upaya sungguh-sungguh dalam membekali diri sendiri dengan perjuangan keimanan ketaqwaan demi terlaksananya kewajiban dan tercapainya kesejahteraan.

Kedua: Taat Kepada Rasulullah (الطاعة الى الرسول)

Taat kepada rasul sebagai pondasi kedua bagi keimanan dan keikhlasan dalam ketaatan Kepada Allah. Taat kepada Rasul sebagai batu lompatan menuju taat kepada Allah swt.

Ketaatan kepada Rasul sama statusnya dengan ketaatan kepada Allah swt. Ketaatan yang bersifat muthlak.

Ketiga: Patuh kepada Kebijakan pimpinan طاعة الى أولى الأمر)

Patuh dan taat kepada pemimpin bersifat tak mutlak karena jika pemimpin mengajak rakyatnya berbuat dosa dan noda maka tidak wajib ditaati.

Namun jika pemimpin mengajak kepada amar makruf nahi munkar maka hukum mengikutinya menjadi wajib.

Baca juga: Kiat Mendapat Ampunan Allah Ta'ala

Keempat: Perselisihan dan silang pendapat (التنازع فى شيء)

Setiap manusia pasti memiliki watak untuk berbeda pendapat dan pandangan. Di sinilah pentingnya sikap saling memahami dan saling membimbing.

Kelima: Referensinya kembalikan kepada Allah dan Rasulullah (الرد الى الله والرسول )

Keenam: Keputusan Terbaik ( ذلك خير)

Ketujuh: Implementasi yang terindah (وأحسن تأويلا)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya