3 Pilar Menjaga Ketahanan Keluarga Menurut Ajaran Islam

Rabu 08 Juli 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 614 2243100 3-pilar-menjaga-ketahanan-keluarga-menurut-ajaran-islam-iXHWqLoFQf.jpg Ilustrasi keluarga Muslim. (Foto: Freepik)

KELUARGA merupakan lingkungan terkecil dalam kehidupan manusia. Perlu dihadirkan kecintaan, kebaikan, serta keberkahan di dalamnya agar terjalin keharmonisan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Artinya: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS Ali ‘Imran:14).

Baca juga: 6 Hal Penting bagi Umat Islam dalam Memperkuat Moderasi Beragama 

Mengutip dari mui.or.id, Rabu (8/7/2020), isu ketahanan keluarga saat ini banyak diperbincangkan di tengah masyarakat. Ketahanan keluarga adalah kemampuan dalam mengelola masalah yang dihadapi berdasarkan sumber daya yang dimiliki guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam hal ini kebutuhan keluarga tersebut dapat dilihat dari tiga pilar atau aspek, yaitu ketahanan fisik, ketahanan sosial, dan ketahanan psikologis.

1. Ketahanan fisik

Ketahanan fisik mencakup kepada kebutuhan primer dalam keluarga seperti terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Aspek fisik bisa disebut juga material yang merupakan komponen penting di dalam keluarga.

2. Ketahanan sosial

Lalu ketahanan sosial, dapat dilihat dari pembagian peran, dukungan untuk maju dan waktu kebersamaan anggota keluarga, membina hubungan sosial yang baik, serta mekanisme penanggulangan masalah.

Islam juga mengajarkan nilai komitmen ketahanan sosial yang tinggi melalui sikap saling menjaga dan melindungi kehormatan keluarga.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At-Tahrim: 6)

Baca juga: Kecam Invasi Israel, MUI Dukung Kedaulatan Penuh Palestina 

3. Ketahanan psikologis

Kemudian ketahanan psikologis ditunjukkan apabila keluarga mampu menanggulangi masalah nonfisik dengan melakukan pengendalian emosi secara positif. Di dalam konsep psikologis keluarga maka diperlukan kepedulian satu sama lain, terutama dari pihak suami dan istri.

Inilah hal-hal yang patut diperhatikan dalam menjaga ketahanan keluarga. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala selalu memberikan taufik dan hidayah hingga membuat semua keluarga Muslimin dalam keadaan baik. Amin.

Wallahu a'lam.

Baca juga: MUI Sebut Banyak Negara Jadikan Indonesia Role Model Islam Moderat 

Ilustrasi keluarga Muslim. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini