Hukum dan Waktu Melaksanakan Puasa Arafah

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 330 2246085 hukum-dan-waktu-melaksanakan-puasa-arafah-70ohCTXZjJ.JPG Ilustrasi (Foto: Medical News Today)

SALAH satu amalan utama di bulan Dzulhijjah ialah puasa Arafah, yakni yang tepatnya jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa ini memiliki keutamaan yakni diyakini akan diampuni segala dosa selama setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. Puasa Arafah begitu dianjurkan bagi para muslim yang tidak menunaikan ibadah haji.

Sebagaimana hadits dari Abu Qotadah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu,” (HR. Muslim no. 1162).

Baca juga: Yakin Pandemi Covid-19 Akan Berlalu, KH Ma'ruf Amin Kutip Surah Al Insyirah

Puasa Arafah hukumnya ialah sunah muakkad, yakni ibadah sunah yang begitu dianjurkan. Dengan keistimewaannya, maka tak ada alasan bagi seorang muslim yang tidak berangkat haji untuk tak melaksanakannya.

Terkait dengan puasa Arafah, maka terdapat pula kaitannya dengan puasa 8 hari sebelumnya, yakni saat mulai masuknya bulan Dzulhijjah hingga menjelang tanggal masuknya puasa Arafah. Sebagaimana yang disampaikan oleh beberapa ulama, hukumnya ialah sama, yakni sunnah. Beberapa mengatakan bahwa melaksanakan puasa di 9 hari awal Dzulhijjah akan jauh lebih baik.

Puasa Arafah seringkali dikaitkan dengan yang beribadah haji, lantaran bertepatan dengan waktu pelaksanaan wukuf bagi yang menunaikan. Namun, adanya pandemi yang merebak saat ini menyebabkan adanya pembatasan hingga pembatalan haji. Karenanya, bagaimana hukumnya tentang puasa Arafah yang dilaksanakan jika tidak ada ibadah haji?

Pendakwah asal Solo, Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi menjelaskan mengenai puasa Arafah yang tidak ada kaitan ibadahnya dengan pelaksanaan haji.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Ada haji atau tidak ada haji, ada wukuf atau tidak ada wukuf di padang Arafah, maka itu sama sekali tidak memengaruhi kesunahan dari puasa Arafah. Kenapa? Karena puasa Arafah itu sunah puasa di hari Arafah, bukan sunah puasa ketika orang-orang wukuf di padang Arafah,” terang Habib Muhammad dalam sebuah ceramahnya dikutip dari akun YouTube, HIJRAH CH.

Lebih lanjut cicit dari ulama besar pengarang Kitab Maulid Simthudduror, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ini menerangkan tentang penghitungan waktu yang berbeda, yakni waktu memulai puasa Arafah ialah didasari dengan perbedaan zona waktu tiap negara masing-masing, bukan berpatokan pada waktu di Arab Saudi.

“Misal, Arab Saudi sudah tanggal 9 Dzulhijjah, namun kita di sini masih tanggal 8 Dzulhijjah, maka di tanggal 8 kita ini kita tidak boleh melaksanakan puasa Arafah, karena kita masih belum memasuki hari Arafah bagi kita. Hari Arafah itu nanti saat tepat di tanggal 9 Dzulhijjah, menurut daerah masing-masing,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya