Puasa Arafah atau Bayar Utang Ramadhan Dulu Ya?

Riyadi Akmal, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 614 2250866 puasa-arafah-atau-bayar-utang-ramadhan-dulu-ya-qoNAzQIOIK.jpg Ilustrasi puasa. (Foto: Shutterstock)

DZULHIJJAH merupakan bulan yang sangat istimewa untuk melakukan segala amal salih, salah satunya puasa. Pada tanggal 9 Dzulhijjah ada amalan Puasa Arafah atau Hari Arafah, puncak ibadah haji. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak pergi haji.

Berdasarkan riwayat dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim Nomor 1162)

Subhanllah, dengan Puasa Arafah, Allah Subhanahu wa ta'ala akan hapuskan segala dosa hambanya. Sungguh besar karunia Allah Ta'ala terhadap hamba-Nya.

Lalu muncul pertanyaan, bolehkah melaksanakan Puasa Arafah terlebih dahulu tetapi sebenarnya masih memiliki utang puasa Ramadhan?

Baca juga: Dear Bumil, Kalau Mau Anak Saleh dan Pintar Coba Amalkan Doa Ini 

Mengutip dari Muslim.or.id, Kamis (23/7/2020), puasa qadha adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya. Untuk kasus orang sakit misalnya, pada bulan Ramadhan seseorang mengalami sakit berat sehingga tidak kuat berpuasa. Sesudah Ramadhan, dia mengganti puasanya tadi. Inilah yang disebut qadha.

Para ulama Hanabilah menyatakan diharamkan mendahulukan puasa sunah sebelum meng-qadha puasa Ramadhan. Mereka menilai tidak sah jika seseorang melakukan puasa sunah padahal masih memiliki utang puasa Ramadhan, meskipun waktu untuk meng-qadha puasa tadi masih panjang.

Sudah seharusnya seseorang mendahulukan yang wajib, yaitu dengan mendahulukan qadha puasa. Jika seseorang memiliki kewajiban puasa nazar, maka tetap melakukannya setelah menunaikan kewajiban puasa Ramadhan (qadha puasa Ramadhan). Dalil dari mereka adalah hadits Abu Hurairah:

من صام تطوّعاً وعليه من رمضان شيء لم يقضه فإنّه لا يتقبّل منه حتّى يصومه

Artinya: "Barang siapa yang melakukan puasa sunah namun masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka puasa sunah tersebut tidak akan diterima sampai ia menunaikan yang wajib."

Berikut penjelasan menurut tiga mazhab:

1. Mazhab Hanafi

Dijelaskan bahwasannya perempuan diperbolehkan melakukan puasa sunah apa pun seperti Syawal, Dzulhijjah, dan lain-lain sebelum membayar qadha Ramadhan karena waktunya luas. Masih panjang dari Syawal sampai Syakban. Sedangkan puasa-puasa tertentu waktunya terbatas.

Baca juga: Tak Disangka, Lelaki Ini Dapat Berangkat Haji di Tengah Pandemi Covid-19 

2. Mazhab Syafi'i dan Hambali

Menurut keduanya akan lebih afdhal bagi seseorang membayar utang puasa Ramadhan terlebih dahulu sebelum puasa lainnya.

3. Mazhab Hambali

Mereka menyatakan haram hukumnya seseorang yang belum meng-qadha puasa Ramadhan namun ingin menjalankan puasa sunah. Sebelum membayar utang puasa Ramadhan, para perempuan tidak dianjurkan melakukan puasa yang lain.

Sebagaimana dalam hadis qudsi juga disebutkan bahwa amalan wajib itu lebih utama dari yang sunnah:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ

Artinya: "Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan wajib hingga aku mencintainya." (HR Bukhari Nomor 6502)

Baca juga: Besok Muslim Turki Sholat Jumat Perdana di Hagia Sophia 

Sa'id bin Al Musayyib berkata mengenai puasa di bulan Dzulhijjah yang berbunyi:

لاَ يَصْلُحُ حَتَّى يَبْدَأَ بِرَمَضَانَ

Artinya: "Tidaklah layak melakukkannya sampai memulainya terlebih dahulu dengan mengqadha puasa Ramadhan." (Diriwayatkan oleh Bukhari)

Ilustrasi puasa. (Foto: Istimewa)

Setiap Muslim diwajibkan melaksanakan ibadah yang wajib terlebih dahulu sebelum melaksanakn yang sunah, karena Allah Subhanahu wa ta'ala sangat mencintai hamba-Nya yang mendekatkan diri kepada-Nya melalui amalan wajib yang dilaksanakan.

Di bulan Dzulhijjah ini jika masih memiliki qadha puasa, mari laksanakan dengan niat puasa qadha bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala. Semoga semua Muslimin juga mendapatkan pahala dan keberkahan di bulan Dzulhijjah ini. Amin Yaa Rabal'alamin.

Wallahu a'lam.

Baca juga: Dzulhijjah, Bulan Pernikahan Ideal Fatimah dan Ali 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini