Allahuakbar Menggema ketika Sholat Jumat di Hagia Sophia Setelah 86 Tahun

Sabtu 25 Juli 2020 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 614 2251869 allahuakbar-menggema-ketika-sholat-jumat-di-hagia-sophia-setelah-86-tahun-MoTKT5xs74.jpg Hagia Sophia. (Foto: Unsplash)

SHOLAT Jumat kembali digelar di bangunan bersejarah Hagia Sophia di Kota Istanbul, Turki, pada Jumat 24 Juli 2020. Ibadah ini kembali dilaksanakan di gedung berusia 1.500 tahun tersebut setelah 86 tahun.

Jamaah yang menghadiri pembukaan Hagia Sophia untuk pelaksanaan Sholat Jumat ini pun tampak memberi sambutan dengan menggemakan Allahuakbar atau 'Allah Mahabesar'. Mereka yang bertakbir berada di dalam Masjid Hagia Sophia maupun halaman luarnya.

Baca juga: Sholat Jumat di Hagia Sophia Membeludak, Jamaah Antre Sejak Subuh 

Sekira 1.000 orang diizinkan masuk ke Hagia Sophia melalui pemeriksaan keamanan. Sementara jamaah lainnya melakukan sholat di sekitaran masjid.

"Muslim sangat senang. Semua orang ingin hadir di pembukaan (Sholat Jumat perdana)," kata Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya, Kamis 23 Juli 2020, dikutip dari BBC.

Pada 1934 di bawah kepemimpinan Presiden Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern, setelah jatuhnya Ottoman, Hagia Sophia dijadikan museum.

Gedung ini dibangun pada abad ke-6 sebagai katedral, namun dijadikan masjid pada 1453 ketika Ottoman, biasa disebut juga dengan Kekhalifahan Utsmaniyah, di bawah Mehmed II atau Sultan Muhammad al Fatih, yang menaklukkan Konstantinopel kemudian berganti nama menjadi Istanbul.

Jamaah di luar Hagia Sophia. (Foto: AP)

Dua mahasiswa Indonesia yang mengikuti Sholat Jumat di seputar Hagia Sophia adalah Darliz Aziz dan Danis Nurul. Darliz, mahasiswa asal Aceh, yang sudah berada di seputar Hagia Sophia beberapa jam sebelum sholat dimulai, mengatakan walau matahari cukup terik, jamaah tetap bersemangat.

"Saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengawali dengan awal Surah Al Baqarah, masyarakat menyambut dengan Allahuakbar (Allah Mahabesar). Bersemangat menyambut Hagia Sophia sebagai masjid," cerita Darlis.

"Saya merasakan suasana yang guyub dari masyarakat Turki. Mereka berdatangan dari seluruh provinsi yang ada di Turki dari berbagai kota. Kebetulan saya berjumpa dengan salah satu warga Turki yang berasal dari Kota Denizli atau Pamukkale, sebuah kota yang eksotis pemandangannya di kawasan barat daya Turki.

"Dia mengatakan mengajak keluarganya bersama untuk merayakan pengembalian status Hagia Sophia dan mereka rela menginap selama satu malam," tambah Darlis.

Baca juga: Sholat Jumat Perdana di Hagia Sophia Terbuka untuk Muslim dan Muslimah 

Sementara Danis Nurul, mahasiswi lainnya asal Indonesia di Turki, berjalan sekira 4 kilometer menuju Hagia Sophia bersama ribuan warga lainnya.

"Terasa sekali warga sangat antusias. Tidak hanya dari Turki, tapi banyak juga yang datang dari negara lain. Orang-orang rela berpanas-panasan dengan menggelar sajadah di jalan," cerita Danis.

"Dari jarak sekira 1 kilometer dari masjid, orang antre melewati tenda-tenda yang disediakan untuk mengambil masker dan disinfektan," ungkapnya.

"Terharu banget bisa menyaksikan momen spesial ini, dan merinding, terutama ketika mendengar azannya," cerita Danis.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Protokol Kesehatan Ketat

Dalam pidato melalui televisi pada Kamis 23 Juli, Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mendesak mereka yang ingin mengikuti Sholat Jumat untuk membawa masker, sajadah, serta bersabar dan memahami kondisi untuk mencegah persebaran virus corona (covid-19). Ia menambahkan, para petugas kesehatan dikerahkan di Hagia Sophia dan sekitarnya.

Menteri Agama Turki Ali Erbas mengatakan masjid agung ini dapat menampung sebanyak 1.000 orang untuk sekali pelaksanaan sholat berjamaah. Banyak yang hadir di seputar masjid, duduk di luar Hagia Sophia.

Baca juga: Erdogan Bacakan Ayat Alquran dalam Sholat Jumat Perdana di Hagia Sophia 

Erdogan Undang Paus Fransiskus

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengundang Paus Fransikus untuk menghadiri pembukaan Masjid Hagia Sophia. Demikian dilaporkan Kantor Berita Anadolou. Namun, sejauh ini belum ada laporan bagaimana tanggapan Paus.

Pada 12 Juli lalu Paus mengatakan "sangat sedih" atas keputusan Pemerintah Turki menjadikan Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Paus pernah mengunjungi Hagia Sophia dalam kunjungan ke Turki pada 2014.

Hagia Sophia. (Foto: Unsplash)

Sholat Jumat perdana dipimpin oleh Ali Erbas, ketua direktur keagamaan, sebagaimana dilaporkan harian Turki Hürriyet. Mereka melaporkan mosaik dan lukisan Kristiani akan ditutup tirai selama Sholat Jumat dan waktu sholat lainnya.

"Mekanisme tirai yang digunakan mirip dengan yang dipakai dalam industri film," tulis harian tersebut, "Tidak ada satu pun paku yang akan digores di struktur beton itu."

Baca juga: Turki Tunjuk 3 Imam dan 5 Muadzin Bertugas di Hagia Sophia 

Karpet yang dipakai untuk Sholat Jumat diproduksi di Provinsi Manisa, salah satu pabrik karpet pertama di Turki.

"Terbuat dari bulu domba 100 persen, karpet hijau yang dipasang dengan motif Ottoman abad ke-17."

Terwujudnya Mimpi Lama

Bagi kelompok Islamis Turki, Hagia Sophia difungsikan lagi menjadi masjid menandai mimpi lama mewujudkan kembali simbol kejayaan Ottoman.

Bagi Yunus Genc, sholat di Hagia Sophia mulai Jumat 24 Juli 2020 menandai kemenangan dalam upaya puluhan tahun oleh kelompok Islamis seperti organisasi yang dia pimpin untuk kembali menjadikan gedung kuno ini sebagai masjid.

Organisasi Genc, Anatolian Youth Association, sebelumnya melakukan berbagai protes dan menyelenggarakan sholat di luar Hagia Sophia. Sementara kelompok lain melakukan upaya legal untuk menjadikan museum sebagai masjid.

Baca juga: Mengenal Ferruh Mustuer, Imam Sholat Jumat Perdana di Hagia Sophia 

Hagia Sophia. (Foto: Shutterstock)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya