Sains dan Alquran: Cara Meredam Marah Secara Islami

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 614 2252831 sains-dan-alquran-cara-meredam-marah-secara-islami-ZLXkO6oeLu.jpg Ilustrasi (Foto: Islamcity)

SALAH satu sifat manusia yang terkadang sulit dikendalikan adalah perasaan marah, dan ini merupakan hal manusiawi dapat terjadi kepada siapa saja. Namun tentu saja Islam mengajarkan, supaya umatNya tidak mudah terpicu amarah.

Dikutip dari buku pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah karya Dr. Nadiah Thayyarah, secara ilmiah maupun agama terdapat cara-cara Islami meredakan marah terbagi dua, antara lain sebagai berikut:

Pengobatan teoritis

1. Mengingat dalil-dalil yang dikandung Alquran dan hadist tentang pujian terhadap kesabaran dan orang-orang yang bersabar, serta mengingat besarnya pahala kesabaran yang akan didapat di hari akhir.

2. Orang yang dikuasai amarah hendaknya menyadari, bahwa kuasa Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih kuat daripada kekuatannya atas orang yang ia marahi. Dengan demikian, Allah akan meringankan rasa marah dan siksaNya.

Baca juga: Pasca-Renovasi, Masjid Istiqlal Kini Punya Wajah Baru Lebih Wah!

3. Seseorang harus mengingat kondisi-kondisi orang yang marah. Perilaku dan perbuatan orang marah sangat tidak terpuji. Dengan demikian, yang bersangkutan akan berpikir dengan matang sebelum marah-marah.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Tak ada takaran yang lebih besar pahalanya di sisi Allah dari takaran amarah yang ditahan seorang hamba demi mencari ridha Allah,” (HR. Ibnu Majah).

Pengobatan praktis

1. Membaca Ta’awudz (kalimat: A’udzubillah)

2. Rasulullah telah mengajari Aisyah sebuah doa yang patut diucapkan saat marah. Ibnu as-Sunni, dalam Amal alYaum wa al-Lailah, menyebutkan, jika Aisyah marah, Rasulullah menarik hidungnya lalu bersabda kepadanya: “Wahai ‘Uwaisy (panggilan kesayangan beliau untuk Aisyah), ucapkanlah: Allahumma Rabb an-nabiyyi Muhammad, ighfirIi dzanbi‘, wa adzhib ghaidza qalbi, wa ajirni min mudhallati al-fitani (Ya Allah, wahai Tuhan Muhammad, ampuni dosaku, hilangkan amarah hatiku, dan selamatkan aku dari kesesatan fitnah).”

3. Diam saat marah. Jika seseorang dikuasai amarah, maka hendaknya ia diam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah bersabda: “Ajarilah, permudahlah dan jangan mempersulit. Dan jika salah seorang dari kalian marah, hendaknya ia diam,” (HR. Bukhari).

4. Duduk dan berbaring. Apabila sikap diam tidak memberi pengaruh apa-apa, maka duduk dan berbaring bisa menyembuhkan amarah. Nabi bersabda: “Jika salah seorang dari kalian marah dan ia sedang berdiri maka hendaknya ia duduk. Dan jika marahnya belum sirna, maka hendaknya ia berbaring.” (HR. Abu Dawud).

5. Berwudhu dan mandi. Jika cara di atas tidak juga berhasil, maka hendaknya orang yang marah segera berwudu dan mandi. Nabi bersabda: “Marah itu dari setan, dan setan tercipta dari api. Api hanya bisa dipadamkan dengan air. Iika salah seorang dari kalian marah, hendaknya ia berwudu,” (HR. Abu Dawud).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini