Ini Dalil Keutamaan Puasa Tarwiyah

Pristia Astari, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 330 2253817 ini-dalil-keutamaan-puasa-tarwiyah-9lgqnLNTw6.jpg ilustrasi (stutterstock)

PUASA tarwiyah dilaksanakan pada tiap 8 Dzulhijjah. Ada perbedaan pendapat soal dalil tentang puasa sunah tarwiyah. Ada yang menyebutkan bidah karena tak ada dalil khusus, namun ada juga ulama yang berpendapat sebaliknya dengan manyandarkan dalil pada keutamaan amalan pada 10 hari pertama Dzulhijjah.

Ketua Program Pendidikan Manhaj Istinbath Fatwa Lembaga Dakwah Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pontren Suryalaya Jakarta, Ustadz Rakhmad Zailani Kiki mengungkapkan dalil yang membolehkan puasa tarwiyah.

“Mengamalkan puasa tarwiyah dapat menggunakan dalil umum sejumlah hadits yang mengajak umat Islam untuk beramal saleh, terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah,” katanya kepada Okezone, Rabu (29/7/2020).

Baca juga: Kreatif, Santri di Kudus Bikin Klepon "Hijrah" Berisi Kurma

Seperti hadits riwayat Ibnu ‘Abbas RA dalam Sunan At-Tirmidzi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini,’” (HR At-Tirmidzi).

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

عن ابن عباس مرفوعا: "ما من أيام العمل الصالح أحب إلى الله فيهن من هذه الأيام" -يعني عشر ذي الحجة -قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: "ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلا خرج بنفسه وماله، ثم لم يرجع من ذلك بشيء

Artinya, “Dari Ibnu Abbas dengan kualitas hadits marfu'. ‘Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya sepuluh hari Dzulhijjah.’ Kemudian para sahabat bertanya, ‘Bukan pula jihad, ya Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tanpa membawa apa-apa lagi,’" (HR Bukhari)

“Keutamaan puasa Tarwiyah dimasukkan dalam keutamaan 10 hari awal bulan Dzulhijjah yang dimaksudkan oleh dua hadits di atas,” ujar Rakhmad Zailani.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini