Jika malam tiba, maka ia singgah dan beristirahat di Stasiun Babelan, Bekasi, bersama ayahnya angkatnya. Bukan kasur, bantal dan selimut, ia sebut tidurnya menggunakan kardus bekas.
Namun kini kehidupan Dika jauh lebih baik, setelah ia masuk di Rumah Tahfidz Azka Azkia, Bogor, Jawa Barat. Ia merasa lebih tenang dan senang karena dikelilingi orang yang baik.
Meski baru beberapa pekan bergabung di rumah tahfidz tersebut, ia merasa nyaman dan memiliki cita-cita menjadi TNI. Keinginannya untuk menjadi anggota TNI muncul ketika melihat anak dari Bunda Suryani, pengasuh Rumah Tahfidz Azka Azkia yang juga seorang TNI. Seketika, terbesit dalam benaknya ingin menjadi prajurit sepertinya.
Menurut Bunda Suryani, Dika termasuk santri yang penurut dan cepat bergaul. Ia pun merasa senang karena Dika sudah hijrah dari kehidupan sebelumnya menjadi seorang anak jalanan. Harapannya, Dika menjadi anak yang cerdas, hafidz Quran dan meraih cita-citanya menjadi TNI.
(Salman Mardira)