Saat Menjadi Khatib Jumat Rasulullah Ternyata Tak Pernah Melontarkan Candaan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 613 2312829 saat-menjadi-khatib-jumat-rasulullah-ternyata-tak-pernah-melontarkan-candaan-BZ2KwBcAMF.jpg Shalat Jumat menerapkan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. (Foto: Okezone)

JAKARTA- Hari ini adalah hari Jumat yang sangat dimuliakan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kerap menjadi khatib.

Saat menjadi khatib, Rasulullah selalu serius dan tidak pernah menampakaan isi ceramah berisi candaan.

Dan dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhuma, dia berkata:

“Apabila Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkhutbah, matanya merah, suaranya meninggi, dan semangatnya menyala-nyala, seakan-akan beliau sedang memberi komando pada pasukan perang." (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

Baca Juga: Ibadah Malam Jumat, Keistimewaan Membaca Surah Al-Kahfi

Demikianlah kebiasaan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam khutbah Jum'atnya. Beliau serius dan tidak bergurau. Dikarenakan seriusnya ekspresi beliau dalam khutbahnya, Jabir menggambarkan bahwa mata beliau sampai merah, suaranya keras meninggi, penuh semangat yang menyala-nyala, dan seakan-akan beliau sedang membakar semangat para prajuritnya yang berada peperangan.

Baca Juga: Jamaah Umrah Gelombang Kedua Bisa Berangkat Setelah 20 November 2020

Sebagaimana dikutip dari buku "165 Kebiasaan Nabi", Jumat (20/11/2020) disebutkan, pada saat berbeda dengan yang kita saksikan. Betapa masih ada sebagian khatib Jum'at yang terkadang bergurau dalam khutbahnya. Padahal, tidak pada tempatnya dia melemparkan canda dalam khutbah Jum'at. Diperlukan ketegasan, keseriusan, khidmat, dan kekhusyu'an dalam suasana khutbah Jum'at.

Karena selain Nabi mencontohkan demikian, canda dan tawa tidak bisa mendekatkan seseorang kepada Tuhannya, dan tidak mungkin gurauan dapat membuat seseorang dekat dengan Tuhannya. Lagi pula, melemparkan joke dalam khutbah Jum'at juga akan membuat khutbah bertele-tele dan memakan waktu.

Sehingga sunnah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang selalu meringkaskan khutbahnya tidak dapat terpenuhi. Bahkan sejatinya, Rasul tidak hanya serius saat khutbah Jum'at saja. Melainkan setiap kali memberikan nasehatnya, beliau selalu serius dan tidak bergurau.

Baca Juga: Bila Usia Telah Sampai 60 Tahun, Masih Adakah Tempat untuk Bergurau?

Tidak ada tawa dan canda di sana. Bahkan tak jarang apa yang beliau sampaikan membuat para sahabat menangis dan bergetar hatinya. Sebagaimana yang diceritakan Al-Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu Anhü :

"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah memberi nasehat kepada kami dengan suatu nasehat yang sangat mengena. Sehingga hati ini menjadi bergetar dan mata meneteskan air mata. Kami berkata: "Wahai Rasulullah seakan-akan ini adalah nasihat perpisahan" (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini