Inilah Sebab Mengapa Bulan Ramadhan Dipilih untuk Berpuasa

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 330 2372239 inilah-sebab-mengapa-bulan-ramadhan-dipilih-untuk-berpuasa-bMjM6sfYIe.jpg Puasa bulan Ramadhan. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Puasa Ramadhan 2021 sekitar 40 hari lagi. Persiapan untuk berpuasa bukan hanya fisik saja, tetapi juga mengetahui ilmu-ilmu tentang bulan Ramadhan juga perlu diketahui.

Ada pertanyaan menarik terlontar, apa sebab dipilihnya bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berpuasa?

Pertanyaan mendasar namun sangat penting untuk diketahui jawabanya. Dari buku "20 Amalan Ringkas di Bulan Ramadhan" yang disusun oleh Rafif Zufarihsan, S.T dan dimurajaah oleh Ustadz Hasim Ikhwanuddin, S.Ars menyebutkan, sebab di pilihnya bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berpuasa adalah karena Al-Qur'an turun pada bulan Ramadhan.

Baca Juga: 6 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan Mulai Sahur hingga Magrib

Ayat berikut menerangkan hal ini:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (Al Baqarah: 185)

Huruf fa’ pada ayat : فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ  memberi makna ta’lil dan sababiyah yaitu menjelaskan sebab, sehingga hal ini memberikan isyarat bahwa sebab pemilihan bulan Ramadhan sebagai bulan puasa adalah karena Al-Qu’ran turun pada bulan tersebut.

Sementara perintah wajib puasa Ramadhan dilakukan bertahap. Apabila ada perintah untuk ibadah yang terasa berat bagi kaum muslimin, Allah Yang Maha Pengasih memberi perintah secara bertahap dan perlahan-lahan.

Baca Juga: Puasa Ramadhan Sebentar Lagi, Pelajari Syarat Sahnya Puasa

Seperti perintah meninggalkan meminum khamr, perintah wajib puasa juga bertahap dengan dua tahap.

Tahap pertama: pilihan boleh berpuasa atau tidak bersama anjuran untuk berpuasa:

وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 184)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Saat itu kaum muslimin diberikan pilihan antara berpuasa atau membayar fidyah, jika tidak berpuasa maka wajib membayar fidyah.

Tahap kedua: wajib berpuasa

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (Al Baqarah: 185)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya