Dia mengatakan, mereka di Palestina juga melakukan hal yang sama, yakni bersuara di sosial media meski beberapa platform sosial media menangguhkan akun yang mereka miliki.
Baca Juga: Viral Gadis Kecil Palestina Berzikir untuk Menenangkan Diri dari Ledakan Bom Israel
"Kami mencoba yang terbaik agar momentum ini tidak redup. Kami tau instagram mencoba untuk melakukan sensor pada konten kami, facebook mencoba untuk menangguhkan akun kami. Bahkan saya mendapati akun twitter saya ditangguhkan hingga kurang lebih 3 hari setelah saya mengirimkan email. Kami katakan, 'tidak apa-apa, mereka mencoba membuat kita diam berarti apa yang kita lakukan bekerja'," tutur Afaf.Baca juga: Media Prancis Sebut Tindakan Israel di Palestina Semakin Mirip dengan Apartheid
Afaf mengungkapkan, banyak orang yang akhirnya juga mulai menyadari dan mendapatkan kebenaran tentang penjajahan Israel terhadap Palestina lewat sosial media tersebut.
"Alhamdulillah, dari sosial media dan karena kerja setiap orang yang menyuarakan Palestina banyak orang yang mencari tau, banyak orang orang yang mulai mengerti dan menyaksikan kebenaran tentang penjajahan Israel yang coba disembunyikan. Ini waktunya mereka melihat kebenaran," kata Afaf.
(Vitrianda Hilba Siregar)